Padang, Kliksumbar – Jaringan Pemred Sumbar (JPS) bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada 5–6 Desember 2025.

Kegiatan ini berlangsung di Padang dan dibuka oleh Anggota DPR RI, Zigo Rolanda.

Pelaksanaan UKW ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas jurnalisme di Sumatera Barat.

Pada pembukaan kegiatan, Zigo Rolanda menekankan pentingnya peran wartawan dalam menjaga arus informasi publik.

Ia menyampaikan bahwa tugasnya sebagai wakil rakyat memiliki batasan, sehingga ia memerlukan media untuk menjangkau seluruh masyarakat.

“Saya tidak bisa menjangkau semua aspirasi masyarakat dan juga tidak bisa menyampaikan satu per satu apa yang sudah saya kerjakan. Di sinilah peran penting rekan-rekan media sebagai penyambung informasi kepada publik,” ujar Zigo.

Ia juga berharap UKW dapat meningkatkan profesionalitas wartawan di Sumatera Barat.

Menurutnya, wartawan kompeten akan melahirkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya publik.

“Kalau perlu UKW ini kita adakan setiap tahun,” tambahnya.

Selain itu, Ketua Dewan Pembina JPS, H. M. Nurnas, memberikan apresiasi atas dukungan Zigo Rolanda yang memungkinkan UKW terlaksana.

Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum bagi wartawan untuk memperkuat integritas profesi.

Ia juga berharap wartawan yang lulus UKW dapat masuk PWI untuk memperkuat organisasi pers daerah.

Selanjutnya, Ketua JPS, Adrian Tuswandi, menjelaskan latar belakang pelaksanaan UKW.

Ia menyebut kegiatan ini berawal dari diskusi santai dengan Zigo Rolanda.

Namun, obrolan tersebut berkembang menjadi komitmen untuk meningkatkan kompetensi wartawan Sumatera Barat.

“Kami berbincang tentang bagaimana wartawan bekerja lebih profesional dan kompeten. Dari obrolan itu, sampailah kami pada kesepakatan untuk merealisasikan UKW ini,” ujar Adrian.

Ketua PWI Sumbar, Widia Navis, juga menegaskan pentingnya uji kompetensi bagi wartawan.

Ia melihat UKW sebagai instrumen untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pers serta memagari profesi dengan etika kerja.

Menurutnya, wartawan harus memahami keterampilan teknis sekaligus mematuhi kode etik jurnalistik.

Ia menyampaikan bahwa keberadaan wartawan kompeten akan memperkuat kredibilitas media di tengah derasnya arus informasi digital.

Dengan terlaksananya UKW ini, JPS dan PWI berharap muncul wartawan yang mampu menjaga kualitas pemberitaan.

Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antar lembaga pers untuk menciptakan jurnalisme yang sehat, akurat, dan profesional. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *