Padang, — Tokoh masyarakat adat Sumatera Barat, Ricky Donals Nazir Dt. Paduko Marajo, menegaskan bahwa kemajuan Sumbar harus berproses dengan menyiapkan generasi muda unggul dan cerdas.
Ia menyebut, sejarah telah membuktikan bahwa pemuda selalu menjadi pelopor kemajuan bangsa.
“Sumbar dikenal sebagai penoreh sejarah bangsa ini. Dulu, anak-anak muda asal Sumbar berperan besar dalam perjuangan dan pengisian kemerdekaan. Kini, kita harus kembali menyiapkan generasi muda cerdas agar Sumbar bisa maju,” ujar Ricky Donals kepada wartawan di Padang, Kamis (9/10/2025).
Menurutnya, potensi Sumbar sangat besar karena memiliki bonus demografi.
Lebih dari 50 persen penduduk Sumbar saat ini berada pada usia produktif.
Meski wilayahnya tidak kaya sumber daya alam, Ricky menilai semangat dagang, tradisi merantau, dan pemikiran kritis menjadi modal penting untuk bersaing.
“Pemuda Sumbar harus memperkuat kemampuan dagang melalui penguasaan e-commerce dan digitalisasi. Jiwa pejuang serta ketahanan terhadap perubahan menjadi syarat utama untuk memenangkan persaingan global,” tegasnya.
Ricky juga menilai bahwa mencetak generasi unggul Sumbar bukan hal sulit.
Sumbar telah dikenal sebagai daerah “industri otak” nasional.
Karena itu, pendidikan menjadi kunci utama.
Pemerintah, katanya, perlu memperluas pendidikan vokasi dan teknis, terutama di bidang pertanian modern, maritim, pariwisata, dan energi terbarukan.
“Anak muda desa harus bisa menjual produk unggulan seperti kopi, gambir, rendang, dan songket lewat e-commerce. Selain itu, mereka perlu menguasai bahasa internasional seperti Inggris, Arab, dan Tiongkok,” tambahnya.
Dalam sektor ekonomi kreatif dan kewirausahaan, Ricky optimistis pemuda Sumbar mampu berkembang pesat.
Ia mendorong agar pemerintah memperbanyak inkubator bisnis di kota besar seperti Padang, Bukittinggi, dan Payakumbuh serta mempermudah akses modal melalui koperasi digital.
Ricky menegaskan, peran pemerintah daerah, ninik mamak, dan alim ulama sangat penting dalam mencetak generasi muda unggul.
“Kita harus bersatu melahirkan kembali pemuda seperti Bung Hatta, Syahrir, Hamka, dan Tan Malaka yang lahir dari tanah Minang,” tutupnya. (***)











