Jakarta, Kliksumbar – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, akhirnya mengungkap tiga pilar utama yang menjadi fondasi transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045. Tiga pilar tersebut meliputi ketahanan pangan, ketahanan energi, dan penguatan sumber daya manusia (SDM).

Pernyataan itu disampaikan Dony dalam sebuah podcast @BukanKalengKalengID yang tayang pada Rabu (10/6/2026). Ia menegaskan bahwa berbagai program strategis pemerintah saat ini merupakan bagian dari desain besar pembangunan nasional untuk membawa Indonesia menjadi negara maju.

Menurut Dony, transformasi ekonomi yang sedang berjalan membutuhkan pemahaman yang utuh dari masyarakat. Sebab, setiap perubahan besar selalu memunculkan berbagai respons, baik positif maupun negatif.

“Dalam satu negara yang sedang melakukan transformasi tentu akan ada respons, baik positif maupun negatif. Tetapi yang paling penting adalah pemahaman masyarakat mengenai proses transformasi yang sedang dijalankan secara fundamental oleh pemerintah,” kata Dony.

Pertumbuhan Ekonomi Harus Lebih Berkualitas

Dony menjelaskan Indonesia selama ini mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran lima persen per tahun. Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya memberikan manfaat yang merata bagi seluruh masyarakat.

Karena itu, pemerintah kini fokus menciptakan pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Selain meningkatkan angka pertumbuhan, pemerintah juga ingin memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi kunci untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan mempercepat target Indonesia menjadi negara maju pada 2045.

Ketahanan Pangan Jadi Pilar Pertama

Pilar pertama yang menjadi fokus pemerintah adalah ketahanan pangan nasional.

Pemerintah saat ini menjalankan sejumlah program strategis, antara lain:

1. Pencetakan sawah baru

2. Pembangunan jaringan irigasi

3. Pengendalian alih fungsi lahan pertanian

4. Reformasi tata niaga pupuk

Melalui program tersebut, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian nasional.

Ketahanan Energi Diperkuat

Pilar kedua adalah ketahanan energi yang dinilai sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Pemerintah terus mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan. Selain itu, pemerintah juga memperluas implementasi biodiesel B50, menambah cadangan BBM nasional, dan mendorong eksplorasi sumber energi baru.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi impor sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

SDM Menjadi Faktor Penentu

Sementara itu, pilar ketiga yang dianggap paling menentukan adalah pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah fokus meningkatkan akses pendidikan, memperbaiki gizi anak, dan memperkuat layanan kesehatan. Dony menilai kualitas SDM akan menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan Indonesia di masa depan.

“Semua negara yang maju dan berkelanjutan memiliki sumber daya manusia yang kuat dan cerdas. Karena itu pembangunan SDM menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Dony optimistis ketiga pilar tersebut akan menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk mencapai status negara maju pada 2045. Selain itu, strategi tersebut juga diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. (***)

Penulis: Gilang Gardhiolla GusveroEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *