Singapura, Kliksumbar – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya resmi meresmikan Restoran Sederhana Singapura di kawasan Kampong Glam, Minggu (14/6/2026). Langkah ini menjadi momentum penting bagi ekspansi kuliner Minang ke pasar global sekaligus memperkuat diplomasi budaya Indonesia.

Peresmian restoran tersebut menunjukkan bahwa jenama kuliner Indonesia mampu bersaing di pasar internasional tanpa kehilangan identitas budaya. Selain itu, ekspansi ini membuka peluang baru bagi produk ekonomi kreatif Indonesia untuk menembus rantai pasok dunia.

“Kehadiran Restoran Sederhana di Singapura menunjukkan bahwa jenama Indonesia siap bersaing di pasar internasional tanpa kehilangan akar budayanya,” kata Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya.

Kampong Glam Jadi Pusat Diplomasi Kuliner Indonesia

Restoran Sederhana berdiri di 738 North Bridge Road, Kampong Glam. Kawasan itu merupakan salah satu destinasi wisata budaya yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sebelum peresmian, manajemen telah menguji operasional restoran sejak 29 Mei 2026. Respons masyarakat Singapura dan diaspora Indonesia terbilang positif.

Menurut Menteri Ekraf, kuliner tidak hanya berfungsi sebagai produk ekonomi. Namun, kuliner juga menjadi instrumen diplomasi budaya yang efektif untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

Restoran Sederhana Perluas Ekspansi Global

Restoran Sederhana merupakan salah satu ikon kuliner Padang yang berdiri sejak 1972. Saat ini, jaringan restoran tersebut telah berkembang di sekitar 200 lokasi.

PT Global Minang Ventura (GMV) mengelola lisensi dan operasional merek tersebut. Setelah membuka cabang di Singapura, perusahaan juga menyiapkan ekspansi berikutnya ke Melbourne, Australia.

Menteri Ekraf menilai langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi pelaku ekonomi kreatif lainnya.

“Kami ingin melihat semakin banyak jenama Indonesia mendunia. Restoran Sederhana membuktikan bahwa kekayaan intelektual lokal mampu tumbuh menjadi juara global,” ujarnya.

Kontribusi Besar Ekonomi Kreatif Nasional

Pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sebagai mesin ekonomi baru Indonesia.

Data Kementerian Ekraf menunjukkan ekonomi kreatif menyumbang sekitar Rp1.600 triliun terhadap Produk Domestik Bruto nasional. Sementara itu, nilai ekspor ekonomi kreatif pada 2025 mencapai 31,94 miliar dolar AS dengan realisasi investasi Rp183,01 triliun.

Subsektor kuliner menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam pencapaian tersebut. Karena itu, pemerintah terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pelaku usaha yang memiliki potensi ekspansi internasional.

GMV Apresiasi Dukungan Pemerintah

President Director PT Global Minang Ventura, Nova Dana Eka Putri, mengapresiasi dukungan Kementerian Ekraf dalam pengembangan bisnis kuliner Indonesia di luar negeri.

Menurut Nova, kolaborasi tersebut membantu memperkuat diplomasi kuliner Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi kreatif nasional.

“Kami meyakini langkah ini akan memperkuat nation branding Indonesia serta memperluas pengaruh budaya Indonesia di tingkat global,” kata Nova.

Warisan Warung Pariaman Terus Berlanjut

Kampong Glam memiliki hubungan historis dengan kuliner Indonesia. Selama puluhan tahun, masyarakat mengenal kawasan tersebut melalui Warung Pariaman yang menjadi salah satu ikon kuliner Indonesia di Singapura.

Anggota Parlemen Singapura Wan Rizal menyambut baik kehadiran Restoran Sederhana. Ia menilai restoran tersebut dapat melanjutkan warisan kuliner Indonesia sekaligus memperkaya keberagaman budaya di Kampong Glam.

Selain pejabat pemerintah, acara peresmian juga dihadiri perwakilan KBRI Singapura, pendiri Restoran Sederhana, mitra bisnis, serta sejumlah tokoh masyarakat. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *