Padang, Kliksumbar – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada akhir 2025 lalu menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur sungai. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap keselamatan warga serta mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar daerah aliran sungai.
Merespons situasi itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk bergerak cepat melakukan penanganan sungai sebagai bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascabencana. Langkah ini bertujuan mengembalikan fungsi sungai sekaligus menekan risiko banjir berulang.
Saat ini, Kementerian PU dan ADHI menangani 21 sungai terdampak banjir di Sumatera Barat. Penanganan tersebut mencakup lima sungai di Kabupaten Solok, enam sungai di Kabupaten Tanah Datar, serta 10 sungai di Kabupaten Agam. Total panjang sungai yang ditangani mencapai 35,8 kilometer.
Dalam pelaksanaan di lapangan, ADHI mengerahkan 19 unit alat berat jenis excavator. Perusahaan juga melibatkan sekitar 150 personel yang terdiri dari tenaga teknis dan supervisor. Seluruh tim bekerja secara terkoordinasi di 21 titik lokasi dengan mengutamakan keselamatan kerja serta perlindungan lingkungan sekitar.
Pekerjaan penanganan sungai berfokus pada normalisasi alur sungai, pembersihan material sisa banjir, serta perbaikan kerusakan akibat luapan air. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sungai dalam mengalirkan debit air secara optimal.
Direktur Utama ADHI, Moeharmein Zein Chaniago, menegaskan bahwa penanganan sungai menjadi bagian penting dari strategi mitigasi bencana.
“Penanganan sungai ini tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi agar fungsi sungai kembali optimal. Melalui kolaborasi dengan Kementerian PU, ADHI hadir di lapangan untuk mempercepat pemulihan sungai pascabanjir,” ujar Moeharmein Zein Chaniago.
Melalui respons cepat tersebut, ADHI menargetkan pemulihan fungsi sungai dapat segera dirasakan masyarakat. Perusahaan juga menyatakan komitmen untuk terus mendukung program penanganan bencana dan pemulihan infrastruktur nasional secara berkelanjutan.
PT Adhi Karya (Persero) Tbk merupakan perusahaan konstruksi nasional yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak Maret 2004. Saat ini, 36 persen saham ADHI dimiliki oleh publik. Selain bisnis konstruksi, ADHI mengembangkan lini usaha properti, manufaktur, serta investasi dan konsesi, serta aktif menangani berbagai Proyek Strategis Nasional dan pembangunan Ibu Kota Nusantara. (***)











