Jakarta, Kliksumbar – Pernyataan Pegiat Media Sosial, Permadi Arya alias Abu Janda, kembali memicu polemik publik. Ia menyebut Sumatera Barat sebagai daerah dengan sentimen anti-Kristen cukup tinggi.

Ucapan itu muncul dalam sebuah forum nasional. Selain Sumbar, Abu Janda juga menyinggung beberapa provinsi lain di Indonesia bagian barat.

Ia menyebut kasus intoleransi lebih banyak terjadi di wilayah WIB. Bahkan, ia menyinggung Sumbar dengan istilah “barbar”.

Pernyataan tersebut langsung menuai reaksi keras. Salah satunya datang dari Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), Braditi Moulevey Rajo Mudo.

Levi Sebut Pernyataan Tidak Bijak

Tokoh perantau Minang yang akrab disapa Levi itu menilai ucapan Abu Janda tidak bijak. Ia menyebut pernyataan tersebut berpotensi memecah kerukunan masyarakat.

“Saya fikir apa yang ia sampaikan tidak bijak dan kurang pantas,” kata Levi, Senin (25/5/2026).

Menurut Levi, masyarakat Sumbar selama ini hidup berdampingan dengan damai. Ia menilai tudingan intoleransi terhadap Ranah Minang merupakan kekeliruan besar.

“Saya lahir dan besar di Padang. Saya sangat meyakini masyarakat kita memiliki budaya toleransi kuat,” ujarnya.

Selain itu, Levi meminta semua pihak memahami karakter daerah sebelum memberi penilaian negatif. Ia menegaskan opini sepihak dapat memunculkan stigma baru di masyarakat.

Tokoh Minang Dinilai Berjasa untuk Bangsa

Levi juga mengingatkan sejarah besar bangsa Indonesia. Menurutnya, banyak tokoh nasional asal Minangkabau berperan penting dalam perjuangan republik.

Ia menyebut nama Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Mohammad Yamin, Agus Salim, hingga Mohammad Natsir.

Levi menegaskan Bung Hatta memiliki kontribusi penting dalam perubahan sila pertama Pancasila menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Selain itu, ulama Minang Syeikh Abbas Abdullah disebut pernah memberi masukan kepada Bung Karno terkait dasar negara Indonesia.

Menurut Levi, fakta sejarah tersebut membuktikan masyarakat Minang memiliki semangat toleransi dan kebangsaan yang kuat sejak awal republik berdiri.

DPP IKM Pertimbangkan Langkah Hukum

Tak hanya mengecam, DPP IKM kini mulai mengambil langkah serius. Tim hukum organisasi itu disebut sedang mengumpulkan bukti terkait ucapan Abu Janda.

“Menyikapi pernyataan Abu Janda, tim hukum tengah mempelajari dan mempertimbangkan langkah hukum,” kata Levi.

Ia menilai ucapan tersebut dapat memicu kegaduhan sosial. Bahkan, pernyataan itu dikhawatirkan memancing gesekan antarumat beragama.

Levi kembali menegaskan Sumbar terbuka bagi siapa saja. Ia memastikan masyarakat Minang menerima seluruh warga tanpa melihat agama maupun latar belakang.

“Pernyataan Abu Janda soal Sumbar intoleran menyesatkan dan tak bisa dipercaya,” tegasnya.

Imbauan untuk Tetap Menahan Diri

DPP IKM juga meminta masyarakat Minang tetap tenang. Levi mengimbau warga tidak terpancing emosi maupun tindakan anarkis.

“Kami mengimbau masyarakat Minang menahan diri. Kami akan mengambil langkah hukum,” tuturnya.

Polemik ini kini ramai diperbincangkan publik. Selain memicu perdebatan, isu tersebut juga menjadi sorotan di media sosial nasional. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *