Padang, Kliksumbar – Musala Nurul Yakin di Kampung Lereng, Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, kembali mencuri perhatian saat Iduladha 1447 Hijriah. Musala tersebut berhasil menyembelih 14 ekor sapi, setara 17 sapi standar, melalui sistem arisan kurban yang berjalan sejak 2020.

Penyembelihan hewan kurban berlangsung usai Salat Iduladha, Rabu (27/5/2026). Kegiatan itu dipimpin Ustaz Jhoni Al-Anas dan melibatkan warga setempat.

Ketua Pelaksana Kurban, Irsadinas, mengatakan sistem arisan dibuat untuk membantu masyarakat mengikuti ibadah kurban secara ringan dan terjangkau.

Sistem Arisan Kurban Ringankan Warga

Menurut Irsadinas, warga cukup membayar Rp50 ribu setiap minggu. Dalam sebulan, peserta mengumpulkan Rp200 ribu. Selanjutnya, dana tersebut mencapai Rp2,4 juta dalam setahun.

“Kalau langsung membayar Rp2.400.000, sebagian warga tidak sanggup,” katanya.

Panitia melakukan penagihan saat wirid malam Kamis setelah Salat Magrib hingga Isya. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan arisan kurban bersama warga.

Selain itu, panitia menggunakan dua kartu pencatatan untuk menjaga transparansi pembayaran. Satu kartu dipegang peserta, sedangkan kartu lainnya dipegang panitia.

Irsadinas menyebut sistem tersebut akhirnya membantu banyak warga yang sebelumnya belum pernah berkurban.

“Rata-rata peserta yang ikut arisan memang sebelumnya belum pernah berkurban,” ujarnya.

Jumlah Hewan Kurban Terus Meningkat

Jumlah hewan kurban di Musala Nurul Yakin terus meningkat setiap tahun. Sebelumnya, jumlah kurban hanya setara 12 sapi standar. Namun, tahun ini meningkat menjadi setara 17 sapi standar.

Menurut Irsadinas, peningkatan itu terjadi karena manajemen panitia berjalan terbuka dan melibatkan masyarakat dalam setiap keputusan.

“Kuncinya, kami memiliki manajemen terbuka dan struktur kerja jelas,” katanya.

Kini, peserta arisan tidak hanya berasal dari lingkungan musala. Warga luar kawasan juga mulai bergabung karena percaya terhadap pengelolaan panitia.

“Untuk kawasan Tabing Banda Gadang, kami termasuk yang terbesar,” ujarnya.

Warga Nilai Pembagian Daging Tertib

Peserta arisan kurban, Afrina, mengaku telah mengikuti program tersebut selama lima tahun. Ia menilai sistem pembayaran mingguan sangat membantu masyarakat.

“Rp50 ribu per minggu lebih ringan dibanding bayar sekaligus,” katanya.

Sementara itu, warga penerima daging kurban, Yosnini, menilai pembagian daging berlangsung tertib dan merata.

“Pembagiannya tertib dan merata, jadi warga merasa nyaman,” ujarnya.

Bendahara Musala Nurul Yakin, Aipda Dasrial, S.Kom, memastikan seluruh proses penyembelihan hingga distribusi daging berjalan terdata dan terkontrol.

“Dari ekor hingga kepala, semua kami catat,” katanya.

Panitia juga menyiapkan cadangan 30 hingga 40 kantong daging untuk warga yang belum menerima kupon.

Selain itu, Dasrial menegaskan kekompakan warga menjadi kekuatan utama kegiatan kurban tersebut.

“Kami tidak membedakan warga lokal maupun warga komplek,” ujarnya.

Tahun ini, panitia juga menerima bantuan rompi dari Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *