Mentawai, – Mentari pagi menyinari Pelabuhan Muaro Padang, Rabu (15/10/2025). Kapal cepat Mentawai Fast bersandar gagah, siap mengantar penumpang menuju Tuapejat, Sipora.
Di antara mereka tampak Anggota DPD RI, Irman Gusman, yang bersiap menjalankan kunjungan kerja masa reses ke Bumi Sikerei.
Tepat pukul 07.00 WIB, kapal perlahan meninggalkan dermaga.
Riuh percakapan berpadu dengan deru mesin dan semilir angin laut.
Irman Gusman tampak santai menikmati perjalanan bersama rombongan, ditemani Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Rory Ratno, yang telah menunggu sejak pagi di pelabuhan.
Selama tiga jam pelayaran, suasana di kapal terasa akrab.
Sambil menikmati kopi dan makanan ringan, Irman berbincang dengan beberapa penumpang, termasuk wisatawan mancanegara.
Mereka berdiskusi ringan tentang ombak, hutan tropis, dan keramahan masyarakat Mentawai.
“Mentawai memiliki pesona luar biasa. Tak heran banyak wisatawan asing datang mencari ketenangan dan keindahan alam yang masih asli,” ujar Irman dengan senyum hangat.
Suasana semakin akrab ketika Irman mengajak rombongan dan wisatawan berfoto di dek kapal.
Latar birunya laut menambah indah momen kebersamaan tersebut.
Mentawai Fast terus melaju membelah Samudra Hindia.
Langit cerah memperindah perjalanan menuju pulau yang dikenal dengan budaya adat dan pesona alamnya.
Sekitar pukul 10.30 WIB, kapal bersandar di Pelabuhan Tuapejat.
Rombongan disambut hangat oleh Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana Samaloisa, Forkopimda, dan tarian tradisional Mentawai.
Dentuman musik dan gerak penari berpakaian khas menambah khidmat suasana penyambutan.
Kunjungan kerja tersebut menjadi awal rangkaian agenda penting Irman di Mentawai.
Namun di luar urusan dinas, perjalanan laut itu meninggalkan kesan mendalam.
Baginya, pelayaran tersebut bukan sekadar menempuh jarak, tetapi menjalin kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat daerah.
“Mentawai bukan hanya indah, tapi juga punya potensi besar untuk berkembang. Tugas kita memastikan daerah ini mendapat perhatian dan dukungan penuh,” tegas Irman.
Laut kembali tenang setelah kapal bersandar.
Namun bagi Irman Gusman, perjalanan pagi itu menjadi refleksi tentang keindahan, potensi, dan semangat masyarakat pulau terdepan Indonesia. (***)











