Padang, Kliksumbar – Nelayan di Air Tawar Barat, Padang Utara, menghadapi krisis serius. Muara sungai dangkal pascabanjir 27 September 2025 menghambat aktivitas melaut.
Selain itu, nelayan juga kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini membuat operasional kapal semakin terbatas.
Permasalahan ini mencuat saat Anggota DPR RI Komisi IV, Rahmat Saleh, mengunjungi lokasi pada Sabtu (2/5/2026).
Aktivitas Melaut Terganggu, Pendapatan Turun
Nelayan menjelaskan muara dipenuhi lumpur dan kayu. Kondisi ini membuat kapal sulit keluar masuk.
Akibatnya, nelayan harus menunggu air pasang untuk melaut. Risiko kecelakaan pun meningkat, terutama saat malam hari.
“Sekarang kami tidak bisa bebas keluar masuk muara. Risiko sangat tinggi,” kata Didit.
Ia menyebut sekitar 25 hingga 35 nelayan terdampak langsung. Puluhan kapal tidak beroperasi normal.
Pendapatan nelayan pun menurun drastis karena waktu melaut terbatas.
BBM Sulit, Nelayan Semakin Tertekan
Selain muara dangkal, nelayan juga kesulitan memperoleh BBM. Kondisi ini memperburuk situasi ekonomi mereka.
“Kalau muara dangkal kami tidak bisa keluar, BBM juga susah,” ujar Didit.
Sebagian kapal bahkan tidak dapat beroperasi sama sekali. Nelayan menyebut kondisi ini membuat mereka semakin terhimpit.
Ancaman Banjir Susulan Mengintai
Nelayan menemukan sedimentasi tebal di dasar muara. Tumpukan kayu juga memperparah aliran sungai.
Mereka khawatir kondisi ini memicu banjir susulan. Dampaknya bisa meluas hingga permukiman warga.
Rahmat Saleh Desak Penanganan Cepat dan Tepat
Rahmat Saleh menilai persoalan ini harus segera ditangani. Ia menegaskan masalah ini berdampak langsung pada ekonomi pesisir.
Menurutnya, pendangkalan sungai berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai. Namun, dampaknya juga menyentuh sektor perikanan.
“Ini harus cepat ditangani, tetapi tetap berbasis kajian teknis,” tegas Rahmat.
Ia mengingatkan agar pengelolaan sedimentasi tidak menimbulkan masalah baru.
Aspirasi Nelayan Dibawa ke Pemerintah Pusat
Rahmat memastikan seluruh keluhan nelayan akan dibawa ke pusat. Ia akan mendorong solusi lintas sektor.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya akses BBM bagi nelayan kecil.
“Ini akan kita dorong di pusat agar ada solusi nyata,” tutupnya. (***)











