Padang, Kliksumbar – Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Sumatera Barat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir bandang di kawasan Batu Busuk, Kota Padang, Senin (19/1/2026). Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.

Ketua APBMI Sumbar HM Tauhid menyerahkan bantuan tersebut secara langsung dengan didampingi Sekretaris APBMI Sumbar Indra GWS. APBMI Kalimantan Timur mempercayakan bantuan senilai Rp30 juta melalui APBMI Sumbar sebagai amanah kemanusiaan bagi korban bencana.

APBMI mengalokasikan dana sebesar Rp27,5 juta untuk pembangunan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak. Sementara itu, APBMI menggunakan sisa anggaran untuk pengadaan dua unit toren air bersih bagi warga Kampung Pila Tarok, Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, yang mengalami keterbatasan akses air bersih.

HM Tauhid menilai bantuan tersebut sebagai wujud solidaritas antarwilayah dalam menghadapi bencana. Ia berharap bantuan ini mampu meringankan beban masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

“Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat dan menjadi amal jariah bagi Ketua DPW APBMI Kaltim Haji Syamsudin serta seluruh anggota APBMI di Kalimantan Timur,” ujar HM Tauhid.

Sementara itu, Koordinator Posko Talang Mandiri, Dasrul, menyampaikan apresiasi atas kepedulian APBMI Kalimantan Timur dan APBMI Sumbar. Ia menjelaskan bahwa tim posko akan menyalurkan bantuan secara bertahap sesuai kebutuhan warga.

Dasrul menyebutkan, tahap awal bantuan akan difokuskan kepada 11 kepala keluarga yang terdampak paling parah. Selanjutnya, tim posko akan memperluas distribusi ke titik lain di wilayah Batu Busuk.

“Saat ini sudah ada 11 unit huntara yang dibangun dari bantuan para donatur, baik tokoh masyarakat maupun perantau Minang. Bantuan APBMI Kaltim sangat membantu percepatan pemulihan pascabencana,” jelasnya.

Lebih lanjut, penyaluran bantuan ini memperkuat semangat gotong royong antara perantau dan masyarakat kampung halaman. Kolaborasi lintas daerah tersebut menjadi contoh nyata peran dunia usaha dalam mendukung pemulihan sosial dan kemanusiaan pascabencana alam. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *