Jakarta, Kliksumbar – Organisasi Da’i Rantau Minang (Daram) resmi mencanangkan pembangunan Kawasan Terpadu Islamic Center Daram Internasional (ICDI) seluas 75 hektar di Jakarta, Jumat (17/4). Proyek ini langsung menarik perhatian karena mengusung konsep Islam modern berbasis budaya Minangkabau.
Selain itu, Daram merancang kawasan ini sebagai ekosistem mandiri yang mengintegrasikan fungsi religi, pendidikan, bisnis, dan hunian Islami. Konsep tersebut sekaligus menargetkan kemandirian ekonomi jangka panjang.
Menariknya, proyek ini menempatkan masjid megah sebagai pusat kawasan. Daram membangun masjid berukuran 100 x 100 meter dengan arsitektur khas Minangkabau. Masjid ini berdiri di lahan inti seluas 10 hektar.
Selanjutnya, pengelola mengintegrasikan masjid dengan pusat bisnis modern. Integrasi ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kawasan secara berkelanjutan. Desain masjid memadukan bentuk rumah gadang dengan sentuhan arsitektur kontemporer.
Di sisi lain, Daram memastikan proyek ini tidak hanya fokus pada fungsi ibadah. Pengelola juga mengembangkan sistem ekonomi mandiri berbasis kawasan komersial dan wisata edukasi.
“ICDI dirancang mandiri secara finansial melalui pengelolaan pusat bisnis, area komersial, dan wisata edukasi yang akan menghasilkan cashflow berkelanjutan,” ujar Supriyadi.
Selanjutnya, pengembang mengalokasikan 65 hektar untuk mendukung operasional kawasan. Mereka menggunakan lahan tersebut untuk fasilitas ibadah, sosial, dan ekonomi. Sementara itu, pengembang memanfaatkan sisa lahan untuk hunian dan ruang terbuka hijau.
Secara rinci, pengembang menyiapkan 35 hektar untuk membangun sekitar 2.000 unit rumah terpadu. Selain itu, mereka mengembangkan 25 hektar sebagai taman wisata edukasi yang berfungsi sebagai paru-paru kawasan.
Ketua Umum Daram, Buya Dr. Elfa Mukhlis, MA, menegaskan visi besar proyek ini. Ia menyebut ICDI sebagai representasi Islam inklusif sekaligus penggerak ekonomi.
“Kami ingin ICDI menjadi model pengembangan wilayah terpadu di Indonesia yang mampu menarik investasi serta wisatawan global, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tegas Buya Elfa.
Pada tahap awal, tim proyek memprioritaskan pembangunan struktur utama masjid. Mereka juga memperkuat sistem manajemen profesional untuk memastikan keberlanjutan kawasan.
Dalam jangka panjang, ICDI ditargetkan menjadi pusat peradaban Islam bertaraf internasional. Kawasan ini akan beroperasi selama 24 jam dan mengintegrasikan nilai keislaman dengan kemajuan ekonomi serta pendidikan.
Selain itu, proyek ini membawa kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Barat. Nuansa Minangkabau yang kuat menunjukkan kontribusi nyata perantau Minang dalam pembangunan nasional. (***)











