Padang, Kliksumbar – PT Pertamina melalui penyesuaian harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) resmi memberlakukan tarif baru mulai 18 April 2026. Namun, harga Pertamax, Pertalite, dan Bio Solar tetap dipertahankan. Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari mitra Pertashop di Sumatera Barat.
Ketua asosiasi Pertashop Sumbar, Ramadanur, menyatakan pihaknya baru menerima edaran resmi pada malam sebelumnya. Ia menjelaskan perubahan harga hanya berlaku untuk Pertamina Dex, Dexlite, dan Pertamax Turbo.
“Ya, kami baru menerima edaran tadi malam terkait penyesuaian harga BBM. Adapun perubahan harga berlaku untuk Pertamina Dex, Dexlite, dan Pertamax Turbo. Sementara itu, Pertamax, Pertalite, dan Bio Solar masih tetap mengacu pada harga sebelumnya. Kami atas nama asosiasi Pertashop di Sumbar tentu mendukung dan mengapresiasi kebijakan ini,” ujar Ramadanur.
Menurut dia, keputusan mempertahankan harga Pertamax menjadi langkah tepat saat daya beli masyarakat masih stagnan. Selain itu, mayoritas pelanggan Pertashop berasal dari kelompok menengah ke bawah.
“Kami menyambut baik keputusan ini. Perlu kami sampaikan, konsumen Pertashop rata-rata berasal dari kalangan menengah ke bawah. Pelanggan utama kami bukan kendaraan roda empat; hampir 98 persen adalah pengguna sepeda motor. Artinya, mempertahankan harga Pertamax sama saja dengan melindungi masyarakat menengah ke bawah,” jelasnya.
Ramadanur menambahkan masyarakat sekitar Pertashop kini sudah terbiasa memakai Pertamax untuk kendaraan dan kebutuhan produksi harian.
“Bisa dikatakan hampir 100 persen masyarakat di lingkungan Pertashop—khususnya pengguna sepeda motor, mesin potong rumput, mesin pompa, dan peralatan lainnya—sudah menggunakan Pertamax. Kami berharap diskresi seperti ini dapat terus dipertahankan,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Pertashop 1P.261.364 CV Famili Berkah Bersama, Azib Fattah Mandala Putra, juga menyampaikan apresiasi atas kebijakan tersebut.
“Kami mengapresiasi keputusan ini. Kami memahami adanya gejolak harga minyak dunia, namun mempertahankan harga Pertamax merupakan langkah yang bijak,” ujar Azib.
Azib menjelaskan tiga jenis BBM mengalami perubahan harga, yakni Pertamina Dex dari Rp15.100 menjadi Rp24.950 per liter, Dexlite dari Rp14.800 menjadi Rp24.650 per liter, serta Pertamax Turbo dari Rp13.650 menjadi Rp20.250 per liter.
Sementara itu, Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Bio Solar tetap Rp6.800 per liter.
“Khusus Pertamax, Pertamina kembali melakukan diskresi untuk menjaga daya beli masyarakat. Harga Pertamax di SPBU dibanderol Rp12.900 per liter, sedangkan di Pertashop Rp12.800 per liter,” tutup Azib.
Penetapan harga BBM non-subsidi mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Regulasi itu menegaskan harga mengikuti mekanisme pasar, termasuk pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
Saat ini, gejolak minyak dunia terjadi setelah memanasnya konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut sempat memengaruhi jalur distribusi energi global di Selat Hormuz.
Karena itu, pemerintah melakukan penyesuaian harga pada BBM tertentu. Sementara untuk BBM subsidi dan penugasan, pemerintah menambah subsidi guna menjaga daya beli masyarakat. (***)











