Padang, Kliksumbar – Suasana bursa calon Ketua Umum IKA Unand semakin dinamis setelah Sekjen Kemenlu RI, Denny Abdi, menyatakan tekadnya maju sebagai calon ketua periode berikutnya.
Dengan rekam jejak panjang di tingkat nasional dan internasional, ia menegaskan kesiapannya memimpin organisasi alumni itu melalui pendekatan kolaboratif dan penguatan jaringan.
Kehadiran Denny langsung mengubah peta kekuatan kandidat yang akan berlaga pada Kongres IKA Unand VII, Sabtu (29/11/2025).
Sebelumnya, sejumlah tokoh sudah menyampaikan kesiapan bahkan menyerahkan pendaftaran kepada panitia.
Namun, dukungan luas terhadap Denny membuat dinamika internal semakin terbuka dan kompetitif.
Denny menjelaskan alasan utama yang mendorongnya maju.
Ia menilai kepercayaan dari berbagai lini alumni menjadi fondasi kuat untuk melangkah.
“Saya mendapat dorongan dari IKA FEB, IKA fakultas lain, serta DPD IKA Unand. Dorongan itu membuat saya siap kembali mengabdi untuk almamater,” ujarnya.
Ia kemudian menyinggung pentingnya konsolidasi gagasan demi kemajuan organisasi.
Menurutnya, IKA Unand harus menjadi jembatan strategis antara kampus dan ruang pengabdian para alumni.
Ia menegaskan bahwa kontribusi alumni telah terbukti, namun perlu sinergi lebih terarah untuk menjawab tantangan masa depan.
Pria kelahiran 12 Januari 1970 itu menambahkan, ia menyerap banyak masukan dari alumni lintas generasi.
Setiap masukan mengarah pada satu kebutuhan besar: memperkuat posisi IKA Unand sebagai rumah intelektual yang produktif.
“Kita punya energi besar dari alumni yang berkiprah di berbagai bidang. Energi itu perlu diarahkan menjadi energi positif agar ruang negatif tidak menguat,” jelasnya.
Selain itu, ia memaparkan rencana strategis untuk memperkuat konektivitas global.
Denny yang pernah menjabat Dubes Indonesia untuk Vietnam serta Direktur Asia Tenggara Kemenlu menegaskan pentingnya jaringan yang saling menguatkan.
Dengan terhubungnya alumni dan civitas akademika di tingkat nasional maupun internasional, ia menilai kualitas kolaborasi akan meningkat.
Upaya tersebut juga ia pandang sebagai langkah membangun daya saing SDM Indonesia.
Ia menegaskan bahwa IKA Unand dapat memainkan peran besar dalam meningkatkan kualitas itu melalui jejaring profesional yang solid.
“Semua itu terwujud jika kita bergerak bersama. Di internal alumni, kekuatan itu akan makin besar bila kita menyatukan semua,” tambahnya.
Menurut Denny, persatuan dan kolaborasi menjadi kunci menghadapi perkembangan zaman.
Ia menilai momentum kongres harus menjadi ajang menguatkan tujuan bersama, bukan sekadar pertarungan figur.
Ia memastikan dirinya siap membawa pendekatan inklusif untuk merangkul seluruh potensi alumni. (***)











