Bogor, Kliksumbar – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan ketahanan pangan merupakan fondasi utama ketahanan negara.

Tanpa pangan yang kuat, sebuah negara sulit bertahan dan berdaulat.

Pernyataan itu Amran sampaikan saat menjadi pemateri di hadapan 160 peserta Retret Bela Negara PWI yang bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Manunggal, Pusat Kompetensi Bela Negara, Rumpin, Bogor, Jumat (30/1/2025).

Amran menjelaskan, dirinya menerima amanah besar dari Presiden RI untuk memastikan Indonesia mencapai swasembada pangan.

Tantangan itu berhasil dijawab dalam waktu singkat.

“Alhamdulillah, belum sampai tiga tahun Indonesia sudah swasembada. Di berbagai kesempatan, Bapak Presiden telah mendeklarasikan Indonesia swasembada pangan,” ujar Amran.

Ia menceritakan perjalanan hidup dan kariernya yang dimulai dari bawah sebagai Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

Dari pengalaman itu, Amran kini dipercaya menjadi penentu arah swasembada pangan nasional di tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Di hadapan peserta retret, Amran juga membagikan prinsip hidup yang selalu ia pegang teguh.

Ia mengaku tumbuh dari kehidupan serba kekurangan, namun memiliki tekad yang kuat untuk bangkit.

“Prinsip saya, jangan pernah balas dendam kalau ingin sukses,” katanya.

Menurut Amran, tekanan dari atasan adalah rahmat, sementara fitnah justru menjadi kekuatan untuk memperbaiki diri.

Ia pun membuka ruang kritik bagi insan pers selama bersifat konstruktif.

“Wartawan mengkritik, saya ucapkan terima kasih. Saya salah diberi tahu, wartawan keliru saya beri tahu, itulah Merah Putih,” ungkapnya.

Amran optimistis Indonesia akan mencatat sejarah baru di sektor pangan.

Jika tidak ada kendala pada Bulog, Indonesia berpeluang melakukan ekspor beras pada April 2026.

“Tidak ada yang tidak bisa jika kita berkolaborasi,” tegasnya.

Ia menyebut target ekspor beras ke sejumlah negara sudah di depan mata.

Dalam 20 tahun ke depan, Amran yakin Indonesia berpotensi menjadi negara super power berbasis kekuatan pangan dan sumber daya alam.

Menurut Amran, posisi Indonesia di era Presiden Prabowo kini semakin kuat di mata dunia.

Indonesia tidak lagi mudah dipermainkan negara lain.

“Sekarang justru Indonesia bisa mengombang-ambingkan negara lain melalui harga beras dan sawit dunia. Kita stop impor beras saja, harga beras dunia langsung turun,” ujarnya.

Setelah keberhasilan beras, Amran menyebut komoditas lain seperti CPO sawit, gambir, dan kelapa akan diperkuat melalui hilirisasi.

Langkah itu dinilainya menjadi kunci menuju Indonesia sebagai negara super power.

“Kalau ini berhasil, apa tidak super power Indonesia? Ayo PWI, kita berikhtiar. Itulah doa nomor satu,” pungkas Amran. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *