Bukittinggi, Kliksumbar – Aktivitas vulkanik Gunung Marapi kembali menunjukkan peningkatan pada Minggu (25/1/2026) siang. Pusat Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi mencatat telah terjadi erupsi, meskipun kolom abu tidak terpantau secara visual dari pos pengamatan.
Petugas PGA Bukittinggi, Ahmad Riffandi, menyampaikan bahwa erupsi tersebut berlangsung dalam waktu singkat. Namun demikian, getaran letusan terekam cukup kuat pada alat seismograf yang terpasang di sekitar gunung.
“Telah terjadi erupsi Gunung Marapi pada pukul 14.32 WIB. Tinggi kolom abu tidak teramati secara visual, namun erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 27,5 milimeter dan durasi sekitar 28 detik,” jelas Ahmad dalam laporan resmi PGA Bukittinggi.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Sehubungan dengan kondisi tersebut, pihak berwenang kembali mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek.
Selain potensi erupsi, PGA Bukittinggi juga mengingatkan adanya ancaman bahaya sekunder berupa banjir lahar dingin. Risiko tersebut terutama mengancam wilayah lembah serta aliran sungai yang berhulu langsung dari puncak Gunung Marapi, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Ahmad juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik. Ia meminta warga menggunakan alat pelindung diri jika terjadi hujan abu di wilayah permukiman.
“Apabila terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk menutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan,” tambahnya.
Sementara itu, sejumlah warga di Kabupaten Agam menyebutkan bahwa erupsi kali ini tidak disertai suara dentuman keras. Meski demikian, aktivitas letusan masih dapat diamati secara visual dari beberapa lokasi.
Seorang warga Kecamatan Ampek Angkek, Widia (38), mengaku masih bisa melihat aktivitas Gunung Marapi dari wilayah tempat tinggalnya.
“Dari arah Ampek Angkek masih terlihat jelas. Cuaca di sini cukup panas, semoga tidak muncul kabut asap,” ujarnya.
PGA Bukittinggi mengimbau masyarakat di wilayah sekitar Gunung Marapi, termasuk Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam, untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Masyarakat diminta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait serta tidak mudah percaya pada isu atau informasi yang tidak jelas sumbernya,” tutup Ahmad. (***)











