Padang, Kliksumbar – Aksi perusakan kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Solok Selatan memicu kecaman keras dari insan pers Sumatera Barat. Tokoh pers daerah mendesak aparat kepolisian segera menangkap pelaku dan mengusut dalang di balik kejadian tersebut.

Informasi yang beredar di kalangan wartawan menyebutkan, orang tak dikenal merusak kantor PWI Solok Selatan. Pelaku memecahkan kaca kantor hingga memicu keresahan di tengah komunitas pers daerah.

Sejumlah tokoh pers Sumbar menilai aksi tersebut bukan peristiwa biasa. Mereka menyebut perusakan itu sebagai ancaman nyata terhadap kebebasan pers dan demokrasi.

Tokoh Pers Sumbar Bersuara

Tokoh pers Sumbar, Khairul Jasmi, meminta aparat bergerak cepat mengungkap pelaku. Ia menegaskan, serangan terhadap kantor organisasi wartawan mencederai marwah pers.

“Ini bukan sekadar perusakan fasilitas. Ini simbol serangan terhadap marwah pers,” tegas Khairul Jasmi.

Selain itu, ia meminta polisi mengusut aktor intelektual di balik aksi tersebut. Menurutnya, kasus itu tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan.

Nada serupa disampaikan Adrian Tuswandi. Ia meminta seluruh organisasi pers di Sumbar memperkuat solidaritas dan mengawal proses hukum.

“Kalau peristiwa seperti ini dibiarkan, intimidasi terhadap wartawan akan terus berulang,” ujarnya.

Kemudian, Revdi Iwan Syahputra menilai perusakan kantor wartawan menjadi ancaman serius bagi demokrasi. Ia mendesak aparat tidak hanya mengejar eksekutor lapangan.

“Pers tidak boleh takut. Polisi harus mengusut siapa dalang di belakang aksi ini,” katanya.

Polisi Didesak Usut Dalang

Desakan juga datang dari Emil Mahmudsyah. Ia meminta aparat segera mengambil langkah konkret agar kasus tersebut tidak memunculkan spekulasi liar.

“Insan pers menunggu keseriusan aparat. Jangan sampai kasus ini menguap,” ujarnya.

Sementara itu, solidaritas wartawan Sumbar mulai menguat. Sejumlah jurnalis mendorong aksi bersama apabila penanganan hukum berjalan lambat.

Selain itu, komunitas pers daerah menyerukan persatuan menghadapi segala bentuk intimidasi terhadap wartawan dan organisasi pers.

Ancaman terhadap Kebebasan Pers

Kasus perusakan kantor PWI Solok Selatan menjadi perhatian luas di Sumbar. Insan pers berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.

Mereka menilai penanganan cepat akan menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum. Selain itu, langkah tegas dinilai penting untuk melindungi kebebasan pers di daerah. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *