Kebumen, Kliksumbar – Presiden Prabowo Subianto resmi memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kepada publik, Sabtu (23/5/2026). Momen itu berlangsung dalam acara Panen Raya Udang di Kebumen, Jawa Tengah.
Dalam agenda tersebut, Prabowo juga memperkenalkan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. Ia menyebut Danantara akan mengelola aset negara bernilai fantastis.
Acara berlangsung di kawasan Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen. Kawasan itu menjadi proyek unggulan budidaya udang nasional.
Prabowo Ungkap Peran Besar Danantara
Prabowo menjelaskan Danantara merupakan dana kedaulatan Indonesia. Lembaga itu bertugas mengelola kekayaan negara untuk masa depan generasi bangsa.
“Danantara itu dana kedaulatan kita. Mereka mengelola kekayaan bangsa untuk anak cucu kita,” ujar Prabowo.
Selain itu, Prabowo mengungkapkan Danantara akan mengelola sekitar 1.040 BUMN. Total asetnya mencapai hampir US$1 triliun atau setara Rp17.000 triliun.
Menurut Prabowo, pengelolaan aset besar tersebut harus dilakukan secara profesional. Karena itu, ia memberi pesan tegas kepada Dony Oskaria dan seluruh jajaran Danantara.
“Jangan bocor, jangan menguap uang rakyat itu,” tegas Prabowo.
Pernyataan itu langsung menarik perhatian publik. Apalagi, Danantara kini menjadi salah satu program strategis pemerintah.
Dony Oskaria Jadi Sorotan
Di tengah agenda bersama Presiden, Dony Oskaria juga menghadiri Jogja Financial Festival 2026. Dalam forum itu, Dony membantah anggapan bahwa BUMN selalu merugi.
Ia menyebut laba BUMN sepanjang 2025 diperkirakan mencapai Rp335 triliun. Nilai itu bahkan berpotensi naik menjadi Rp360 triliun pada 2026.
Selain itu, Dony menegaskan kontribusi BUMN terhadap APBN sangat besar. Hingga kuartal I-2026, setoran pajak BUMN mencapai Rp215 triliun.
Menurutnya, transformasi BUMN terus berjalan untuk memperkuat ekonomi nasional. Karena itu, Danantara diharapkan mampu menjaga aset negara secara optimal.
Panen Raya Udang Kebumen Jadi Perhatian
Panen raya udang tersebut berlangsung di kawasan tambak modern seluas 100 hektare. Kawasan itu dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Prabowo mengapresiasi produktivitas tambak tersebut. Produksi udang mencapai 40 ton per hektare dan dinilai memenuhi standar dunia.
Selain meningkatkan produksi pangan, kawasan itu juga menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal. Pemerintah pun menilai model BUBK Kebumen layak dikembangkan di daerah lain.
Namun, perhatian utama publik tetap tertuju pada peluncuran Danantara dan peran strategis Dony Oskaria. Langkah itu dinilai menjadi bagian penting transformasi ekonomi nasional. (***)











