Padang, Kliksumbar – Pascabencana yang melanda Sumatera Barat berdampak langsung terhadap sektor perhotelan. Pelaku usaha hotel harus melakukan berbagai penyesuaian untuk menjaga keberlangsungan operasional di tengah penurunan tingkat hunian dan terbatasnya mobilitas wisatawan.
Hotel Princess Syariah Padang menjadi salah satu hotel yang merasakan dampak tersebut. Pemilik Hotel Princess Syariah Padang, Hecto Amanta, menyebut manajemen melakukan penyesuaian pola kerja karyawan sebagai langkah strategis menghadapi kondisi pascabencana. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas operasional hotel.
Hecto menjelaskan bahwa pihaknya mengubah sistem kerja karyawan tetap menjadi daily worker dengan pengaturan satu waktu shift. Kebijakan tersebut diterapkan agar operasional hotel tetap berjalan meski tingkat hunian mengalami penurunan. “Karyawan tetap saat ini dijadikan daily worker di satu waktu shift yang kami terapkan, ini agar bisa tetap menjaga stabilitas hotel saat ini,” ujar Hecto pada Sabtu, (17/1/2026) di Padang.
Selain penyesuaian tenaga kerja, dampak bencana juga terasa pada tingkat okupansi hotel. Hecto mengungkapkan bahwa penurunan hunian terjadi cukup signifikan setelah bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Kondisi tersebut turut memengaruhi pendapatan hotel secara keseluruhan.
Menurut Hecto, sebelum bencana, hotel masih menerima tamu wisatawan umum dalam jumlah stabil. Namun setelah bencana, jumlah tamu mengalami penurunan tajam akibat terganggunya akses dan menurunnya aktivitas wisata. Penurunan okupansi tersebut bahkan mencapai hampir 50 persen dibandingkan kondisi normal sebelum bencana.
Meski menghadapi situasi sulit, manajemen Hotel Princess Syariah Padang tetap berupaya menjaga kualitas layanan sesuai kemampuan yang ada. Hecto menegaskan bahwa adaptasi usaha menjadi kunci agar hotel tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi pascabencana.
Ia menambahkan bahwa keberlangsungan usaha dan kesejahteraan karyawan tetap menjadi perhatian utama manajemen. Menurutnya, pemulihan sektor perhotelan sangat bergantung pada perbaikan infrastruktur dan pulihnya kepercayaan wisatawan untuk kembali berkunjung ke Sumatera Barat. (***)











