Jakarta, Kliksumbar – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade kembali turun tangan mengawal pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi. Langkah itu dilakukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi Sumatera Barat yang melambat sepanjang 2025.

Andre menegaskan proyek tol tersebut menjadi solusi strategis memperkuat konektivitas dan distribusi barang di Sumbar. Karena itu, ia memastikan pembangunan terus berjalan sesuai target.

Pada Selasa (5/5/2026), Andre bertemu langsung dengan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, serta Direktur Utama PT Hutama Karya, Koentjoro.

Pertemuan itu membahas perkembangan terbaru proyek Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi sekaligus evaluasi percepatan pembangunan.

“Pertemuan ini memastikan proyek strategis berjalan sesuai target,” ujar Andre di Padang.

Tol Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Sumbar

Andre menilai jalan tol bukan sekadar proyek infrastruktur. Menurutnya, kehadiran tol akan membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat Sumatera Barat.

Selain itu, konektivitas yang lebih baik dinilai mampu mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarwilayah.

“Jalan tol ini membuka akses ekonomi dan mempercepat pertumbuhan daerah,” katanya.

Ia menyebut percepatan pembangunan menjadi sangat penting di tengah perlambatan ekonomi Sumbar. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Sumbar pada 2025 hanya mencapai 3,37 persen.

Angka tersebut turun dibandingkan 2024 yang berada di level 4,36 persen. Bahkan, capaian itu masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang berkisar lima persen.

Bencana Hambat Distribusi dan Aktivitas Pasar

Andre mengungkapkan perlambatan ekonomi dipengaruhi bencana banjir bandang dan longsor di 16 kabupaten dan kota di Sumbar.

Bencana itu merusak banyak infrastruktur jalan. Akibatnya, distribusi barang terganggu dan aktivitas pasar ikut melambat.

Dampak tersebut dirasakan langsung pedagang dan petani di berbagai daerah. Banyak pedagang mengalami keterlambatan pasokan barang ke pasar.

Sementara itu, petani kesulitan menjual hasil panen akibat akses transportasi terganggu.

“Distribusi yang lancar menjadi kunci pemulihan ekonomi masyarakat,” ungkap Andre.

Kolaborasi Pemerintah dan BUMN Diperkuat

Andre juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah dan BUMN dalam mempercepat pembangunan jalan tol tersebut.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan mempercepat manfaat proyek dirasakan masyarakat Sumbar.

“Dengan kolaborasi solid, manfaat proyek ini segera dirasakan masyarakat luas,” ucapnya.

Ia optimistis Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi mampu menjadi penggerak baru ekonomi Sumatera Barat. Selain mempercepat distribusi barang, proyek itu diyakini meningkatkan investasi dan pertumbuhan kawasan baru di Sumbar. (***)

Penulis: Gilang Gardhiolla GusveroEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *