Jakarta, Kliksumbar – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akhirnya mengungkap penyebab keterlambatan laporan keuangan tahunannya. Entitas bentukan Presiden Prabowo Subianto itu masih menyelesaikan audit dan konsolidasi sekitar 1.000 perusahaan BUMN.

Penjelasan tersebut disampaikan melalui keterangan resmi Danantara pekan lalu. Selain itu, Danantara memastikan proses pelaporan tetap mengikuti aturan hukum nasional.

Danantara menyebut laporan keuangan akan mengacu pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025. Karena itu, seluruh proses audit harus berjalan sesuai regulasi berlaku di Indonesia.

Audit 1.000 Entitas BUMN Masih Berlangsung

Danantara menjelaskan proses konsolidasi masih berlangsung hingga sekarang. Tahapan tersebut mencakup harmonisasi dan penyesuaian laporan keuangan seluruh entitas BUMN di bawah pengelolaannya.

“Saat ini Danantara Indonesia tengah melakukan proses konsolidasi dan perampungan audit laporan keuangan entitas-entitas BUMN,” tulis Danantara dalam keterangan resminya.

Selain itu, Danantara menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas publik. Karena itu, laporan keuangan tahunan tetap harus melewati audit menyeluruh.

“Laporan keuangan tahunan Danantara Indonesia tetap akan melalui proses audit sesuai mandat peraturan perundang-undangan,” lanjut pernyataan tersebut.

Danantara Jadi Sorotan Publik

Danantara diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025. Kehadiran lembaga tersebut langsung menjadi perhatian publik karena mengelola aset strategis BUMN nasional.

Namun, hingga kini keuntungan bersih Danantara belum diketahui. Publik juga masih menunggu kepastian total dividen yang diterima dari seluruh perusahaan negara.

Kondisi itu memunculkan perhatian besar dari pelaku pasar dan pengamat ekonomi. Sebab, Danantara memegang peran penting dalam pengelolaan investasi nasional.

Selain itu, keterlambatan laporan keuangan dinilai dapat memengaruhi persepsi investor terhadap transparansi pengelolaan BUMN. Meski demikian, Danantara memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan hukum.

Dampak terhadap Investasi Nasional

Pengamat menilai keterbukaan laporan keuangan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik. Apalagi Danantara mengelola ratusan hingga ribuan entitas strategis nasional.

Karena itu, hasil audit dan laporan keuangan Danantara diperkirakan akan menjadi sorotan utama pada 2026. Publik menunggu kejelasan mengenai keuntungan, dividen, hingga strategi investasi lembaga tersebut.

Selain itu, laporan tersebut diperkirakan memengaruhi arah kebijakan investasi pemerintah ke depan. Pemerintah pun diharapkan segera menyelesaikan proses audit secara transparan dan akuntabel. (***)

Penulis: Gilang Gardhiolla GusveroEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *