Padang, Kliksumbar – Anggota DPRD Kota Padang, Mulyadi Muslim, kembali menekankan pentingnya ketelitian pemerintah dalam menangani bencana banjir di Kota Padang.
Ia menyampaikan hal itu pada rapat bersama Mitra Komisi IV yang melibatkan Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan BPBD.
Rapat tersebut membahas pemulihan bencana dan peningkatan koordinasi layanan publik.
Pada rapat itu, Mulyadi menyoroti persoalan data warga terdampak yang berubah dalam tiga hari terakhir.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya sistem pendataan dan koordinasi lintas sektor.
“Data semua warga terdampak harus akurat. Ini dasar dari setiap kebijakan. Jika datanya berubah-ubah, maka kerja pemerintah patut dievaluasi,” tegas Mulyadi.
Selain itu, ia juga mengkritik lambannya pencairan dana Belanja Tidak Terduga di kecamatan.
Dana ini sangat dibutuhkan untuk pemulihan awal warga yang terdampak banjir.
Ia meminta pemerintah mempercepat proses administrasi agar bantuan tidak tertunda.
Selanjutnya, Mulyadi menyinggung penggunaan gedung sekolah sebagai tempat pengungsian di Pauh.
Ia menilai langkah tersebut dapat dimaklumi pada masa darurat.
Namun, setelah masa darurat berakhir, pemerintah harus menyiapkan solusi agar kegiatan belajar mengajar kembali normal.
Pemulihan ruang pendidikan dianggap penting untuk mencegah gangguan belajar yang berkepanjangan.
Tidak hanya itu, ia juga meminta perhatian serius terhadap warga dengan rumah rusak berat atau hanyut.
Kondisi tersebut dialami warga di Lubuk Rayo, Kelurahan Koto Pulai Indah.
Menurutnya, pemerintah harus menentukan kebijakan jelas terkait hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak.
Ia menilai kepastian hunian menjadi faktor penting dalam pemulihan psikologis dan ekonomi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Komisi IV juga menerima laporan satu sekolah hanyut di Kecamatan Koto Tangah.
Peristiwa tersebut, katanya, harus menjadi alarm keras atas pentingnya mitigasi infrastruktur pendidikan.
Ia meminta pemerintah memperkuat kajian risiko dan memprioritaskan keamanan fasilitas pendidikan.
Menutup rapat, Mulyadi menyampaikan pesan tegas kepada eksekutif.
“Saya minta pemerintah kota bekerja lebih profesional. Ukuran keberhasilan bukan penghargaan, tapi pelayanan nyata kepada masyarakat,” tegasnya. (***)











