Jakarta, Kliksumbar – PT Hutama Karya (Persero) resmi menandatangani kontrak pekerjaan penanganan tanggap darurat bencana alam untuk empat ruas jalan nasional di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat, Kamis (2/7/2026). Langkah ini mempercepat pemulihan konektivitas sekaligus membuka kembali akses masyarakat di wilayah terdampak.
Penandatanganan kontrak berlangsung di Ruang Rapat Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat rehabilitasi infrastruktur pascabencana.
Empat Ruas Jalan Nasional Jadi Prioritas
Pekerjaan mencakup empat ruas jalan strategis yang mengalami dampak bencana.
Ruas tersebut meliputi:
Simpang Uning (batas Kota Takengon)–batas Aceh Tengah/Gayo Lues.
Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren–batas Gayo Lues/Aceh Tenggara.
Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane.
Ruas Koto Mambang Balingka (Malalak), Sumatera Barat.
Perbaikan ruas tersebut diharapkan segera memulihkan mobilitas masyarakat. Selain itu, akses distribusi logistik menuju daerah terdampak juga diproyeksikan kembali lancar.
Dihadiri Pejabat Hutama Karya dan Kementerian PU
Kontrak ditandatangani Executive Vice President Divisi Infrastruktur 1 PT Hutama Karya, Arif Rahman, serta Direktur Utama Hutama Karya Infrastruktur, Pulung Satyo Anggono.
Penandatanganan juga melibatkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yakni Rio Andika sebagai PPK 1.2 Sumbar, Irvansyah Putra selaku PPK 3.4 BPJN Aceh, Jaya Yuliadi sebagai PPK 3.5, dan Mulyadi sebagai PPK 3.3.
Prosesi tersebut turut disaksikan Direktur Operasi I PT Hutama Karya Gunadi dan Direktur Operasi II Hutama Karya Infrastruktur Tomi Herlambang.
Selain itu, hadir pula Direktur Jenderal Bina Marga, Plt. Direktur Pembangunan Jembatan Gatot Sukmara, Plt. Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I Virdiawan, serta Kepala BPJN Aceh Zulkarnaini.
Percepat Pemulihan Ekonomi Aceh dan Sumbar
Melalui kontrak tersebut, Hutama Karya menegaskan komitmennya mendukung percepatan penanganan infrastruktur pascabencana.
Perbaikan jalan nasional di Aceh dan Sumatera Barat diharapkan mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat. Selain itu, proyek ini juga mendukung kelancaran distribusi barang, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong bangkitnya kegiatan ekonomi lokal.
Di sisi lain, peningkatan kualitas jalan nasional akan memperkuat keselamatan pengguna jalan. Infrastruktur yang lebih andal juga diharapkan meningkatkan ketahanan wilayah terhadap risiko bencana pada masa mendatang.
Dengan dimulainya pekerjaan tersebut, pemerintah bersama Hutama Karya menargetkan proses rehabilitasi berjalan cepat sehingga masyarakat dapat kembali menikmati akses transportasi yang aman, nyaman, dan lancar. (***)











