Padang, Kliksumbar – Seorang pengemudi mobil, Muhammad Fajri (31), meninggal dunia setelah kendaraannya terjun ke jurang sedalam sekitar 70 meter di kawasan Panorama Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Kamis (2/7) malam. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban pada Jumat (3/7) dini hari setelah operasi berlangsung sekitar tiga jam.
Kecelakaan tunggal itu terjadi di salah satu jalur ekstrem yang menghubungkan Kota Padang dengan Solok. Hingga kini, penyebab kendaraan keluar jalur masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Basarnas Terima Laporan Malam Hari
Komandan Tim Basarnas Padang, Tri Desyu, mengatakan pihaknya menerima laporan kecelakaan sekitar pukul 21.51 WIB. Setelah menerima informasi, Tim Bravo Basarnas langsung bergerak menuju lokasi dan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan.
Selain itu, petugas segera melakukan penilaian kondisi medan sebelum memulai proses penyelamatan. Jurang yang curam dan minim pencahayaan membuat operasi berlangsung lebih sulit.
“Kami mendapatkan informasi pada pukul 21.51 WIB terkait kecelakaan tunggal di jalur Sitinjau Lauik. Kami langsung berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat untuk melakukan evakuasi,” kata Tri Desyu, Jumat (3/7).
Evakuasi Gunakan Teknik Vertical Rescue
Tim SAR menemukan kendaraan korban berada di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 70 meter. Karena kondisi lokasi sangat terjal, petugas menggunakan teknik vertical rescue untuk mencapai posisi kendaraan.
Setelah memastikan kondisi sekitar aman, petugas mengevakuasi korban dari dalam mobil. Namun, korban sudah meninggal dunia saat berhasil diangkat ke permukaan.
“Korban berada di kedalaman kurang lebih 70 meter. Setelah dilakukan penilaian awal terhadap kondisi kendaraan dan lokasi, tim melaksanakan evakuasi. Korban berhasil dievakuasi, namun dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Tri.
Operasi Berlangsung Tiga Jam
Proses evakuasi berlangsung sekitar tiga jam. Selain kondisi medan yang curam, operasi juga terkendala jarak pandang yang terbatas karena berlangsung pada malam hari.
Setelah evakuasi selesai, petugas membawa jenazah Muhammad Fajri ke Rumah Sakit Semen Padang untuk penanganan lebih lanjut. Basarnas kemudian menggelar debriefing dan mengusulkan penutupan operasi SAR karena seluruh rangkaian penyelamatan telah selesai.
Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Padang, Polresta Padang, Polsek Lubuk Kilangan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, BPBD Kota Padang, ambulans Marola, ambulans Amal Zakat, serta masyarakat yang membantu di lokasi kejadian.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi pengendara agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur Sitinjau Lauik yang dikenal memiliki tikungan tajam, tanjakan curam, dan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi, terutama pada malam hari. (***)











