Padang, Kliksumbar – Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, mendorong Galeri UMKM Kecamatan Padang Selatan tidak berhenti sebagai tempat pajangan produk.
Ia menegaskan galeri harus berkembang sebagai pusat pembinaan agar pelaku usaha masuk ke ekosistem ekonomi digital.
Rachmad menyampaikan hal tersebut saat peresmian Galeri UMKM Padang Selatan di halaman Kantor Camat Padang Selatan, Senin (2/2/2026).
Selain itu, ia menyebut DPRD Kota Padang siap memperkuat dukungan anggaran agar galeri diisi produk yang lebih menarik dan berdaya saing.
“Kita akan dukung tambahan anggaran Rp200 juta di perubahan anggaran untuk isi galeri. Saya juga meminta Dinas Koperasi dan UMKM menyediakan klinik konsultasi di sini untuk mengarahkan pelaku usaha masuk ke ekosistem digital dan e-Katalog, sehingga produk mereka bisa terserap oleh pengadaan barang jasa pemerintah,” tegas Rachmad.
Pokir DPRD Jadi Motor Penguatan UMKM Padang Selatan
Lebih lanjut, Rachmad menjelaskan dukungan DPRD melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) tidak hanya bertujuan membangun fasilitas fisik.
Ia menilai program tersebut harus menciptakan dampak ekonomi nyata, terutama bagi pelaku UMKM yang membutuhkan akses pasar dan pendampingan.
Di sisi lain, Camat Padang Selatan Wilman Muchtar menyebut sinergi pemerintah kecamatan dan DPRD Kota Padang mengalokasikan anggaran Rp190 juta untuk membangun galeri tersebut.
“Saat ini, sebanyak 40 pelaku UMKM telah terdaftar dan mendisplay produk unggulannya di galeri ini. Ini adalah wadah bagi mereka untuk naik kelas secara kualitas maupun kuantitas penjualan,” ujar Wilman.
Lokasi Strategis di Jalur Wisata, Produk UMKM Berpeluang Tembus Pasar Lebih Luas
Sementara itu, Asisten I Setdako Padang, Tarmizi Ismail, memandang lokasi galeri UMKM sangat strategis karena Padang Selatan menjadi jalur wisata yang sering dilewati tamu daerah dan wisatawan asing.
“Galeri ini adalah embrio kuat bagi kekuatan ekonomi kita. Dengan lokasi yang sering dilalui tamu daerah dan wisatawan asing, produk UMKM kita memiliki peluang besar untuk dikenal lebih luas. Kami berharap kecamatan lain dapat mencontoh inovasi ini,” kata Tarmizi. (***)











