Padang, Kliksumbar – Di panggung politik Sumatera Barat, nama Hendrajoni bukan sosok asing. Ia dikenal tegas, berani mengambil keputusan, dan kerap melangkah di luar pakem kebiasaan. Kini, satu lagi keputusan besar ia ambil. Pentolan Partai NasDem Sumbar itu resmi menyeberang ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Momen perpindahan politik tersebut terjadi jauh dari kampung halamannya. Di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026), Hendrajoni dikukuhkan sebagai anggota PSI bertepatan dengan Rapat Kerja Nasional partai berlambang gajah itu. Sebuah foto yang beredar luas di Instagram DPW PSI Sumbar memperlihatkan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, langsung memakaikan jaket partai kepada Hendrajoni. Isyaratnya jelas: ini bukan sekadar simpati, tetapi pengakuan resmi.
Bagi publik Sumbar, langkah ini terasa mengejutkan sekaligus simbolik. Hendrajoni bukan kader biasa. Ia pernah menjabat Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Barat dan menjadi salah satu figur kunci kebangkitan partai tersebut di Pesisir Selatan. Dua periode ia memimpin daerah itu sebagai bupati, yakni 2016—2021 dan kembali terpilih untuk periode 2025—2030.
Namun, jika menengok ke belakang, politik memang bukan dunia pertama Hendrajoni. Jalan hidupnya justru bermula dari institusi yang identik dengan disiplin dan hierarki. Pada 2015, saat kariernya di Korps Bhayangkara tengah menanjak, perwira menengah berpangkat AKBP itu membuat keputusan yang mengundang banyak tanda tanya. Ia memilih pensiun dini dari Bareskrim Mabes Polri.
Keputusan itu bukan tanpa risiko. Meninggalkan institusi mapan demi dunia politik lokal jelas melampaui zona nyaman. Namun, Hendrajoni mengaku terpanggil pulang untuk mengabdi di tanah kelahirannya, Pesisir Selatan.
Sebagai pendatang baru di arena politik, ia datang dengan gaya berbeda. Tegas ala aparat, tetapi berusaha tampil dekat dengan masyarakat. Pada Pilkada 2015, ia menggandeng Rusma Yul Anwar. Menghadapi petahana yang kuat, pasangan ini mengusung jargon perubahan yang tajam dan mudah diterima publik. Hasilnya, kejutan pun terjadi.
Tanggal 17 Februari 2016 menjadi tonggak penting. Hendrajoni resmi dilantik sebagai Bupati Pesisir Selatan untuk periode pertama. Tak lama berselang, ia bergabung dengan Partai NasDem dan langsung dipercaya memimpin partai tersebut di tingkat kabupaten. Konsolidasi politik pun berjalan cepat dan efektif.
Keberhasilannya tidak hanya tercermin dari kursi bupati. Di bawah kepemimpinannya, NasDem tampil dominan di Pesisir Selatan. Pada saat yang sama, Hendrajoni juga membangun fondasi kekuatan politik keluarga. Istrinya, Lisda Hendrajoni, melenggang ke Senayan dan dua periode menjadi anggota DPR RI dari Partai NasDem.
Kini, setelah melewati fase panjang bersama NasDem, Hendrajoni kembali membuka lembaran baru. Bergabungnya ia dengan PSI menandai perubahan arah sekaligus sinyal bahwa dinamika politik Sumatera Barat masih jauh dari kata statis. Seperti langkah-langkah sebelumnya, keputusan ini kembali menunjukkan satu hal: Hendrajoni bukan tipe politikus yang takut mengambil risiko.
Babak baru telah dimulai. Ke mana arah langkahnya berikutnya, publik Sumbar menunggu dengan penuh rasa ingin tahu. (***)











