Padang, Kliksumbar – Pemerintah Kota Padang kembali mengambil langkah cepat menyikapi bencana hidrometeorologi yang masih melanda wilayah kota sejak beberapa hari terakhir.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, memutuskan meliburkan seluruh siswa tingkat SD dan SMP sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan pelajar.
Keputusan itu diambil setelah Pemko menerima laporan intens terkait banjir, genangan, dan tanah longsor yang mengancam sejumlah kecamatan.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan Kota Padang menyiapkan surat edaran resmi agar kebijakan tersebut tersampaikan secara seragam ke seluruh sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, membenarkan kebijakan tersebut.
“Betul, dan surat edarannya tengah kami siapkan,” ujar Yopi menegaskan.
Selain meliburkan siswa, Wali Kota Padang juga menginstruksikan kantor lurah dan kantor camat menyediakan lokasi evakuasi sementara.
Kebijakan ini diambil karena sejumlah lokasi permukiman warga masih terendam banjir, sementara kapasitas tempat pengungsian terbatas.
Langkah itu juga membantu warga terdampak memperoleh akses bantuan dan perlindungan lebih cepat.
Fadly Amran menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh aparatur pemerintah kota.
“Kita sudah minta agar ASN yang tidak terdampak bencana tetap bertugas. Buka kantornya untuk tempat evakuasi sementara warga yang membutuhkan,” ujar Fadly saat meninjau korban banjir di Lubuk Minturun.
Menurutnya, ancaman bencana hidrometeorologi masih tinggi karena curah hujan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Kondisi tersebut membuat proses evakuasi warga menjadi tantangan tersendiri bagi BPBD Kota Padang.
Untuk memperkuat personel di lapangan, Fadly mengambil langkah tambahan yang bersifat mendesak.
“Bencana hidrometeorologi kita masih belum mereda. Untuk mengatasi keterbatasan personel rescue, saya sudah minta agar personel yang memiliki pengalaman bertugas di kebencanaan kembali bergabung ke dalam satuan tugas BPBD untuk mempercepat proses evakuasi,” pungkas Fadly.
Melalui kebijakan ini, Pemko Padang berharap seluruh warga terdampak merasa lebih terlindungi.
Selain itu, pemerintah juga mendorong masyarakat tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan mengutamakan keselamatan.
Pemerintah menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah pengamanan warga, termasuk pelajar, lansia, dan kelompok rentan yang membutuhkan penanganan cepat dan terukur.
Dengan berbagai langkah ini, Pemko Padang menegaskan komitmennya untuk mempercepat respons kebencanaan melalui kolaborasi lintas sektor. (***)











