Padang, Kliksumbar – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara menggelar simulasi kebakaran di SPBU 14.251.520 Padang, Rabu, 6 Mei 2026. Simulasi berlangsung di Jalan By Pass Tanjung Aur, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Kegiatan tersebut menguji kesiapan petugas menghadapi kondisi darurat di area SPBU. Selain itu, Pertamina juga menguji keandalan sistem keselamatan operasional.
Simulasi dimulai dari skenario kebocoran tangki bahan bakar sepeda motor. Kebocoran membuat BBM mengalir ke bagian mesin kendaraan.
Saat pengendara menyalakan motor, muncul percikan api di sekitar pulau pompa. Api kemudian memicu kebakaran di area pengisian bahan bakar.
Petugas SPBU langsung menjalankan prosedur tanggap darurat. Mereka menghentikan operasional melalui emergency shut-off. Selain itu, petugas juga melepaskan nozzle pengisian dan memberikan peringatan kepada pengunjung.
Petugas Lakukan Pemadaman Cepat
Petugas kemudian memadamkan api menggunakan APAR dan APAB. Tim juga mengevakuasi korban serta kendaraan menuju lokasi aman.
Selanjutnya, Tim Penanggulangan Keadaan Darurat langsung diaktifkan. Simulasi berlangsung cepat dan terkoordinasi.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak lintas sektor. Di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran, Kepolisian, Koramil, fasilitas kesehatan, dan masyarakat sekitar.
Para pengawas SPBU di Kota Padang juga mengikuti simulasi tersebut. Mereka mempelajari langkah penanganan darurat secara langsung.
Region Manager HSSE Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Agoeng Priyanto, menegaskan pentingnya respons awal petugas SPBU.
“Setiap operator harus mampu bertindak cepat dan tepat saat kondisi darurat terjadi,” ujarnya.
Agoeng menyebut koordinasi dengan stakeholder eksternal berjalan efektif selama simulasi berlangsung.
Pertamina Perkuat Budaya Keselamatan
Selain menguji sistem keselamatan, Pertamina juga memperkuat budaya keamanan kerja. Evaluasi rutin dilakukan agar seluruh personel tetap siap menghadapi risiko operasional.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan simulasi menjadi bentuk komitmen perusahaan.
“Setiap potensi risiko harus diantisipasi dengan prosedur dan kesiapan personel terstandar,” katanya.
Menurut Fahrougi, langkah tersebut penting agar masyarakat tetap merasa aman saat mengisi bahan bakar di SPBU.
Usai proses pemadaman, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh di area terdampak. Petugas memastikan tidak ada titik api tersisa sebelum pendinginan dilakukan.
Selain itu, area operasional juga dibersihkan agar aktivitas SPBU kembali normal. Simulasi tersebut berlangsung aman dan tertib hingga selesai. (***)











