Padang, Kliksumbar – Krisis kepemimpinan perempuan di Sumatera Barat kembali terungkap. Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumbar hingga kini belum menetapkan calon Ketua periode 2026–2029.

Situasi itu terjadi setelah proses penjaringan calon berlangsung lebih dari enam bulan. Banyak kandidat perempuan menolak maju dengan berbagai alasan.

Ketua Musda FJPI Sumbar, Ka’bati, mengungkapkan kondisi tersebut seusai Musyawarah Pra Musda di Kafe Paranona Padang, Rabu (6/5/2026).

“Kami sudah menjaring kandidat sejak Desember lalu. Namun, banyak calon menolak,” ujar Ka’bati.

Menurutnya, penolakan muncul karena persoalan administratif hingga beban domestik. Kondisi itu dinilai menunjukkan krisis kepemimpinan perempuan di ruang publik Sumbar semakin nyata.

Nama Nasrul Azwar Muncul dalam Penjaringan

Menariknya, proses penjaringan justru memunculkan nama jurnalis laki-laki, Nasrul Azwar, sebagai salah satu kandidat Ketua FJPI Sumbar.

Sekretaris Musda FJPI Sumbar, Yunisma, membenarkan hal tersebut. Ia menyebut nama Nasrul Azwar muncul karena aktif mendukung berbagai kegiatan FJPI Sumbar.

“Nama Nasrul Azwar muncul dalam penjaringan. Beliau memang sering membantu kegiatan FJPI,” kata Yunisma.

Yunisma menjelaskan kondisi tersebut menjadi gambaran minimnya perempuan yang siap memimpin organisasi saat ini.

Selain itu, ia menilai perempuan masih menghadapi tekanan besar dalam membagi peran domestik dan pekerjaan profesional.

Beban Ganda Jadi Hambatan Utama

Ketua FJPI Sumbar periode 2023–2025, Nita Arifin, menilai persoalan itu bukan sepenuhnya krisis kepemimpinan.

Menurutnya, banyak perempuan Sumbar memiliki kapasitas memimpin. Namun, sebagian menganggap jabatan organisasi sebagai beban tambahan.

“Perempuan hebat di Sumbar banyak. Namun, sebagian melihat posisi itu terlalu berat,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Devi Diani dari Khazanah.com. Ia mengaku tidak bisa maju karena terbentur aturan organisasi lain yang melarang rangkap jabatan.

“Saya terkendala aturan organisasi lain. Ini hambatan struktural,” jelas Devi.

Sementara itu, Mona Siska juga menyampaikan alasan serupa. Sedangkan Yunisma menolak maju karena mempertimbangkan beban domestik dan pekerjaan.

FJPI Sumbar Siapkan Regenerasi Pemimpin

Ka’bati memastikan FJPI Sumbar tetap berupaya menyiapkan kader perempuan untuk memimpin organisasi.

Ia optimistis banyak perempuan potensial di Sumbar. Namun, mereka membutuhkan dukungan dan ruang yang lebih kuat untuk tampil sebagai pemimpin.

“Kami yakin calon pemimpin perempuan masih banyak. Mereka hanya perlu saling menguatkan,” tegasnya.

Ia menambahkan beban ganda perempuan masih menjadi tantangan besar di berbagai sektor. Karena itu, dukungan lingkungan dinilai penting agar perempuan berani mengambil peran kepemimpinan. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *