Jakarta, Kliksumbar – Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Hukum Universitas Andalas (IKA FHUA) segera ditabuh.
Mubes IKA FHUA, selain menjadi ajang silaturahmi, juga menjadi ajang pemilihan Ketua Umum.
Ribuan alumni Kampus Merah, nama lain FHUA, akan mempelototi suksesi ketua umum.
Sosok Prim Haryadi digadang-gadangkan menjadi Ketua Umum periode kedua. Di berbagai grup WhatsApp alumni FHUA, dukungan kepada Prim mengalir deras.
Namun, Sabtu (11/4/2026) di Jakarta, ada sosok alumni FHUA yang siap menungkai dominasi ketum incumbent itu.
“Saya hormat kepada Pak Prim, dan satu periode kepemimpinan beliau banyak geliat positif di IKA FHUA. Tapi untuk Mubes besok, dari banyak alumni pemilik suara, saya, bismillah, siap maju menungkai laju Pak Prim,” ujar alumni FHUA angkatan 1994, Yul Utama, yang juga owner kantor advokat di Jakarta.
Yul Utama pada Mubes 2022, saat masa kepemimpinan Ketum Adityawarman berakhir, juga sudah bersiap mencalonkan diri.
“Ya, waktu itu, tapi mengingat masih banyak alumni yang lebih mampu, saya urung maju,” ujar Yul Utama.
Yul Utama menegaskan Mubes minggu depan adalah saat yang tepat untuk perpindahan estafet kepemimpinan alumni dari senior ke yunior.
“Saya optimistis, karena alumni muda FHUA sangat solid mendukung saya,” ujar Yul Utama.
Ribuan alumni telah dihasilkan oleh Fakultas Hukum Unand, dan sebagian akan hadir pada Mubes.
Apalagi, panitia pelaksana Mubes diisi deretan tokoh nasional lintas angkatan. Ada yang spesial nih!
“Alek gadang” alumni FH Unand mulai terasa. Panitia memasang twibbon hingga promosi massal di media sosial. Yang bikin melongo, panitia Mubes kali ini dikawal nama-nama beken seperti Feri Amsari, Carles Simabura, dan lainnya.
“Partisipasi dan dukungan sudah kita lakukan secara masif di berbagai platform media sosial. Panitia Mubes terdiri dari lintas angkatan,” ujar Ketua Pelaksana Panitia Mubes dan Halal Bihalal IKA FHUA, Hesli Yasin, kepada wartawan, Sabtu siang.
Alumni yang berprofesi sebagai notaris itu juga mengungkapkan agenda akbar ini rencananya berlangsung pada Minggu, 19 April 2026, di Kampus Pancasila Fakultas Hukum Unand, Taplau, Kota Padang.
Kans Yul Utama, atau ada calon rising star lain yang muncul berebut suara sah Mubes, cukup besar.
Dari data pencarian Google pada Mubes Februari 2022, pertarungan suara berlangsung panas. Hakim Mahkamah Agung (MA), Prim Haryadi, keluar sebagai juara setelah meraih 34 suara, sementara pesaingnya, S. Budi Syukur, hanya mengantongi 32 suara. Tipis banget!
Pada 24 Mei 2022, pelantikan digelar di Gedung Kemendikbud, Jakarta. Susunan pengurusnya meliputi Dewan Penasehat, Dewan Pembina, Dewan Pakar, hingga pengurus inti. Hesli Yasin dipercaya sebagai Wakil Ketua, Deni Azani Latif sebagai Ketua Harian, dan jajaran lainnya.
Saat acara buka puasa bersama bulan lalu, Ketum DPP IKA FHUA Prim Haryadi, yang juga Ketua Kamar Pidana MA RI, hadir di sekretariat Komplek GOR H. Agus Salim, Padang.
“Tentunya kita berharap siapa pun yang maju punya misi dan visi membangun kampus lebih baik ke depannya. Potensi alumni juga lebih maksimal dalam melahirkan tokoh-tokoh berjasa untuk bangsa dan negara tercinta,” bebernya tegas.
Mubes kali ini bakal dihadiri ribuan alumni yang tersebar dari dalam dan luar negeri. Karena masih suasana Lebaran, acara juga dimeriahkan dengan halal bihalal.
Eko Kurniawan, alumni angkatan 2007 yang menjadi panitia publikasi dan humas, optimistis acara bakal sukses besar.
“Tentunya dengan dukungan berbagai pihak, agenda alek gadang keluarga besar IKA FHUA jadi meriah dan dikenal sebagai agenda yang dihadiri ribuan alumni terbesar,” ucapnya penuh semangat.
Tak cuma seremonial, panitia juga menyiapkan acara jalan santai, donor darah, hingga main kim. Sebagai bentuk kepedulian, November lalu IKA FHUA juga sudah menyalurkan bantuan untuk korban bencana.
Namun, apa pun itu, Mubes di IKA FHUA, menurut jurnalis senior, Adrian Tuswandi, adalah “cabiak-cabiak bulu ayam”.
“Saat berkompetisi, praeskalasi panas. Tapi dalam proses Mubes, alumni IKA FHUA merasakan kentalnya demokrasi kekeluargaan. Adu argumen boleh, tapi tetap santun dan beretika, senior dan yunior saling menghargai dan mengayomi. Setiap Mubes IKA FHUA usai, yang terjadi adalah ‘biduak lalu kiambang batauik’,” ujar Toaik, biasa Adrian disapa banyak kalangan di Sumbar. (***)











