Padang, Kliksumbar – Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Padang mendadak berubah wajah sejak tahapan Musyawarah Daerah (Musda) XI dimulai. Suasana yang biasanya berjalan datar, kini terasa lebih hidup. Spanduk terpajang, pengurus mondar-mandir, dan obrolan kecil antar kader terdengar di beberapa sudut. Golkar Padang memasuki babak penentuan.

Di tengah jadwal pendaftaran yang singkat, hanya dua hari, satu nama muncul lebih cepat dari yang lain. Iqra Chissa resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Padang. Ia tiba pada hari terakhir pendaftaran, Rabu (4/2/2026) siang. Waktu masih bergerak menuju batas akhir penutupan pukul 23.59 WIB, namun langkahnya sudah lebih dulu menandai arah kompetisi.

Kedatangannya bukan sekadar datang menyerahkan berkas. Iqra Chissa hadir dengan barisan dukungan. Sebanyak 11 ketua kecamatan Partai Golkar ikut mengiringi proses pendaftaran itu. Situasi tersebut langsung memancing perhatian internal. Banyak kader membaca kehadiran mereka sebagai sinyal kuat bahwa peta dukungan mulai terbentuk sejak awal.

Musda XI sendiri hadir sebagai agenda wajib organisasi. Masa kepengurusan DPD Partai Golkar Kota Padang periode 2020–2025 telah berakhir, sehingga partai memasuki tahapan regenerasi struktural. Panitia membuka pendaftaran pada 3–4 Februari 2026, kemudian melanjutkan proses verifikasi administrasi dan pemeriksaan faktual. Panitia menjadwalkan penetapan bakal calon pada 5 Februari 2026.

Berikutnya, panggung utama Musda XI akan berlangsung pada Sabtu (7/2/2026) di Hotel Truntum Padang. Forum itu menjadi arena penetapan Ketua DPD Partai Golkar Kota Padang. Namun, gerak cepat yang terjadi pada tahap pendaftaran memunculkan kesan bahwa kontestasi bisa saja berjalan singkat.

Dukungan mayoritas ketua kecamatan yang terlihat mengalir pada pendaftaran awal membuat satu pertanyaan mengemuka di internal: apakah Musda XI akan berujung aklamasi?

Pertanyaan itu muncul karena Musda XI Golkar Padang memiliki struktur hak suara yang jelas dan terbatas. Panitia menetapkan pemilik hak suara sah sebanyak 16 suara. Rinciannya terdiri dari 11 suara pengurus kecamatan, 1 suara DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Barat, 1 suara DPD Partai Golkar Kota Padang, 1 suara Dewan Pertimbangan tingkat kabupaten/kota, 1 suara pimpinan daerah organisasi sayap tingkat kabupaten/kota, serta 1 suara pimpinan daerah ormas pendiri tingkat kabupaten/kota.

Dalam konteks ini, langkah Iqra Chissa maju lebih dulu bukan hanya soal menjadi pendaftar pertama. Manuver tersebut sekaligus memberi sinyal bahwa ia siap menduduki kembali tahta kepemimpinan Golkar Kota Padang. Jalurnya terlihat berpotensi lebih mulus bila tidak muncul penantang serius hingga penutupan pendaftaran.

Kini, perhatian kader mengarah ke tahap verifikasi dan penetapan calon. Musda XI tinggal menunggu hari. Golkar Padang pun berada di persimpangan yang sama: membuka kompetisi secara penuh, atau menutup kontestasi lewat aklamasi. (***)

Penulis: Gilang Gardhiolla GusveroEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *