Tanah Datar, – Program unggulan Satu Rumah Satu Hafizh yang digagas Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus menunjukkan hasil membanggakan.

Hingga September 2025, program ini telah melahirkan lebih dari 20.000 anak penghafal Al-Qur’an.

Program tersebut menjadi bukti nyata komitmen Bupati Tanah Datar, Eka Putra, dalam menjadikan daerahnya sebagai kabupaten tahfizh.

Setiap tahun, pemerintah daerah melaksanakan kegiatan wakaf 1.000 hafizh, dan pada 2025 ini telah digelar untuk ke-10 kalinya di Istano Basa Pagaruyung, Minggu (12/10/2025).

Bupati Eka Putra mengungkapkan rasa haru dan bangga atas capaian luar biasa itu.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mencetak para hafizh dan hafizah sebagai bagian dari pembangunan spiritual masyarakat.

“Alhamdulillah, hingga kini sudah ada 328 rumah tahfizh, dan 179 di antaranya terakreditasi,” ucapnya.

Selain itu, tercatat sebanyak 7.221 rumah warga telah memasang stiker hafizh.

Angka tersebut menunjukkan semakin kuatnya semangat masyarakat dalam mendukung visi Tanah Datar sebagai kabupaten religius.

Bupati berharap pada 2045, separuh warga Tanah Datar menjadi penghafal Al-Qur’an.

Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, juga menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut.

Menurutnya, meski anggaran terbatas, semangat kebersamaan dan dukungan masyarakat membuat program keagamaan tetap berjalan dengan baik.

“Kabupaten ini layak disebut kabupaten tahfizh,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial PPPA, Hendra Setiawan, melaporkan bahwa kegiatan wakaf 1.000 hafizh juga memberikan penghargaan dan dana pembinaan kepada nagari dengan stiker terbanyak.

Di antaranya, Nagari Limo Kaum, Pandai Sikek, Lubuk Jantan, Batipuah Baruah, Tanjung Bonai, dan Simawang.

Dengan dukungan masyarakat, pemerintah, dan lembaga keagamaan, program ini diyakini mampu membentuk generasi Qurani yang berakhlak dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *