Jakarta, – Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, menyatakan komitmen memperjuangkan pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat.

Program ini diwujudkan melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) tahap pertama yang diumumkan 27 Agustus 2025.

Zigo menjelaskan, IJD tahap pertama menghadirkan lima program besar.

Pertama, ruas Simpang III Silaut–Silaut III di Pesisir Selatan dengan anggaran Rp29,8 miliar.

Kedua, ruas Taratak Galundi–Alahan Panjang di Solok dengan Rp8,5 miliar.

Ketiga, ruas Sungai Sungkai–Log Batu Sandi di Solok Selatan dengan Rp20 miliar.

Proyek ini dilanjutkan 2026 menggunakan skema multi-year contract dengan tambahan Rp48,2 miliar.

Selanjutnya, pembangunan Jembatan Lubuk Pauh di Tanah Datar senilai Rp12 miliar, dilanjutkan 2026 dengan Rp16,2 miliar.

Terakhir, perbaikan jalan Batas Kota Payakumbuh–Sitangkai dengan Rp48,9 miliar, lalu berlanjut 2026 dengan Rp26 miliar

“Total untuk ruas jalan ini mencapai Rp75 miliar,” jelas Zigo, Jumat (12/9/2025).

Ia menambahkan, pada rapat kerja dengan Menteri PUPR tanggal 4 September 2025, Komisi V turut mendorong IJD tahap kedua.

Program ini mencakup peningkatan jalan di Agam, 50 Kota, Pasaman, dan Solok dengan total ratusan miliar.

Zigo menilai, program ini angin segar bagi percepatan pembangunan Sumbar.

Infrastruktur jalan akan meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar transportasi, dan mendukung ekonomi masyarakat.

Selain itu, perbaikan akses juga memudahkan distribusi hasil pertanian dan pangan.

Dengan rantai pasok lebih lancar, masyarakat dapat menikmati manfaat langsung pembangunan.

Ia berharap, realisasi program ini benar-benar meningkatkan kualitas infrastruktur Sumbar.

“Kita ingin infrastruktur kuat, aktivitas masyarakat lancar, ekonomi tumbuh, dan kesejahteraan meningkat,” tegas Zigo. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *