Padang, – Rakornas ICCN 2025 bertema Bajamba sukses digelar di Padang pada 6–10 Agustus 2025.
Delegasi jejaring kota kreatif se-Indonesia mengaku puas mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari kedatangan, creative trip, konferensi, hingga penutupan dengan makan bajamba.
Kesuksesan acara ini terwujud berkat sinergi masyarakat dan pemangku kepentingan.
Saat kedatangan, Injourney Airport menyambut delegasi di Bandara Internasional Minangkabau.
PT Kereta Api Indonesia menambah kesan hangat dengan layanan khas Minangkabau.
Delegasi menikmati fasilitas antar gratis ke Stasiun Pulai Air, lalu komunitas angkot Padang menjemput ke hotel.
Pada hari kedua, creative trip dimulai di Museum Adityawarman dengan pemaparan sejarah rendang.
Rombongan melanjutkan perjalanan ke Gunung Padang dan menikmati lamang tapai serta palai bada.
Malamnya, tur di Kota Tua dipandu komunitas Padang Heritage.
Himpunan Tjinta Teman menghadirkan barongsai di Kelenteng Lama dan kuliner khas Pondok.
Komunitas Bajamba pimpinan Camat Lubuk Begalung, Andi Amir, bersama Bundo Kanduang menutup acara puncak dengan makan bajamba.

Delegasi dari Kendari, Racil Pali, menyampaikan apresiasi.
“Ini Rakornas terbaik yang pernah saya ikuti. Semoga soliditas Sumbar semakin kuat dan kolaborasi tetap terjaga,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).
Delegasi dari Malang, Rahmat Anwar, juga memberikan kesan positif.
“Pendampingan dan kerja keras panitia luar biasa. Kami merasa seperti di rumah sendiri,” katanya.
Sekretaris Jenderal ICCN, Gus Agung, turut memberikan penghargaan.
“Matur suksma untuk kontribusi Sobat Kreatif. Apresiasi setinggi-tingginya untuk tuan rumah Padang dan Ketua Pelaksana Yulviadi Adek. Jangan kendor, sampai jumpa di ICCF Malang,” ujar Gus Agung.
Ketua Pelaksana Rakornas ICCN 2025, Yulviadi Adek, menegaskan acara ini menjadi bukti nyata kolaborasi kuat.
“Rakornas berjalan sukses berkat dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan. Semangat gotong royong ini memotivasi kota lain menggerakkan ekonomi kreatif,” tegasnya.
Rakornas ICCN 2025 tidak hanya memperkuat jejaring kreatif, tetapi juga mempromosikan budaya dan pariwisata Padang sebagai aset ekonomi kreatif nasional. (***)











