Tanah Datar, – Tanah Datar kembali menjadi pusat perhatian! Sebuah festival seni dan budaya Minangkabau megah digelar di Kapalo Koto, Minggu, 12 Januari 2025.
Acara ini diinisiasi oleh DR. H. Febby Dt Bangso, Ketua Partai Hanura Sumatera Barat, sebagai bagian dari tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Hanura ke-18 sekaligus memperingati 35 tahun berdirinya Gebu Minang.
“Minangkabau, tanah nan den cinto,” ujar Dt Febby saat membuka acara, Sabtu, 11 Januari 2025, di Rumah Gadangnya di Tanah Datar.
“Kami persembahkan Festival Seni Budaya Kapalo Koto dengan penuh kebanggaan dan harapan besar bagi masa depan budaya Minangkabau,” ucapnya.
Festival ini menyuguhkan berbagai lomba seni khas Minang, mulai dari tari tradisional, musik khas Minangkabau, hingga kompetisi lagu Minang.
Kegiatan ini berlangsung di Luhak Nan Tuo dengan berjargon #JagoLuhakNanTuo, berpusat di Kapalo Koto, Jorong Gurun, Nagari Gurun, Kecamatan Sungai Tarab.
Sebagai wujud pelestarian budaya, festival ini juga menghadirkan pelatihan gratis seperti kelas silat tradisional setiap Senin malam, pelatihan adat panitahan setiap Rabu malam, dan latihan musik dan tari Minangkabau setiap Minggu pagi.
“Tujuan utama kami adalah melestarikan adat dan budaya Minangkabau,” jelas Dt Febby.
“Selain itu, kami ingin mendukung Nagari Gurun sebagai venue Alek Pacu Jawi sekaligus memberikan pendidikan budaya bagi generasi muda,” tambahnya.
Dt Febby menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi model inspiratif bagi nagari lain untuk menghidupkan kembali tradisi lokal seperti sasaran silek, medan bapaneh, dan medan balinduang.
Festival ini juga menjadi bentuk kritik atas minimnya ruang ekspresi budaya di Sumatera Barat, termasuk hilangnya Taman Budaya di Padang.
“Kami ingin masyarakat, terutama generasi muda, mencintai budaya mereka sendiri. Dengan begitu, adat istiadat kita tetap hidup dan lestari,” ungkapnya.
Masyarakat diundang untuk memeriahkan festival seni budaya kolosal ini.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan keindahan seni tradisional Minangkabau dalam perayaan penuh makna.
Mari hadir dan dukung pelestarian budaya lokal kita! (***)











