Padang, Kliksumbar – Momentum peringatan 100 tahun Jam Gadang Bukittinggi menghadirkan banyak cerita bersejarah. Salah satunya datang dari Dekan Fakultas Teknik Universitas Andalas (FT Unand), Prof Dr Ir Is Prima Nanda, yang mengaku bangga pernah terlibat langsung dalam perbaikan ikon wisata Sumatera Barat tersebut pada 2018.
Pernyataan itu disampaikan Prof Is Prima Nanda saat menghadiri Seminar Internasional 100 Tahun Jam Gadang di Bukittinggi, Kamis (4/6/2026). Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk membahas pelestarian bangunan bersejarah yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau.
“Seminar internasional 100 Tahun Jam Gadang yang dilaksanakan hari ini sangat bagus. Semua narasumber kompeten di bidangnya,” ujar Prof Is Prima Nanda.
Jam Gadang Jadi Simbol Sejarah dan Identitas Minangkabau
Jam Gadang tidak hanya berfungsi sebagai penanda waktu. Bangunan yang berdiri di pusat Kota Bukittinggi itu juga menjadi simbol sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Minangkabau.
Pada 2026, Pemerintah Kota Bukittinggi memperingati satu abad Jam Gadang melalui berbagai kegiatan. Salah satu agenda utamanya ialah seminar internasional yang menghadirkan akademisi, peneliti, dan pemerhati cagar budaya.
Prof Is Prima Nanda menilai peringatan tersebut penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian warisan sejarah bangsa.
Terlibat Langsung dalam Perbaikan Jam Gadang Tahun 2018
Prof Is Prima Nanda mengungkapkan bahwa dirinya pernah terlibat langsung dalam proses survei, pembongkaran komponen, dan kajian teknis perbaikan Jam Gadang pada 2018.
Saat itu, ia menjabat sebagai Kepala Laboratorium Produksi Material Jurusan Teknik Mesin FT Unand. Pemerintah Kota Bukittinggi meminta dukungan tenaga ahli kepada Universitas Andalas untuk membantu proses perbaikan bangunan bersejarah tersebut.
Menurutnya, komunikasi antara tim teknis dan pemerintah daerah berjalan lancar. Dukungan penuh dari Pemko Bukittinggi juga mempercepat proses perbaikan.
“Saya terlibat langsung dalam perbaikan Jam Gadang yang menjadi ikon Kota Wisata Bukittinggi,” katanya.
Kenangan Masa Kecil hingga Kebanggaan Akademisi
Bagi Prof Is Prima Nanda, Jam Gadang memiliki nilai emosional tersendiri. Sejak kecil, kawasan tersebut menjadi tempat bermain yang akrab baginya.
“Jam Gadang punya kenangan khusus bagi kami. Saat TK dan SD, kami sering bermain di sana,” ungkapnya.
Selain itu, keterlibatannya sebagai tenaga ahli dalam perbaikan Jam Gadang menjadi pengalaman berharga selama berkarier di dunia akademik.
Ia mengaku senang melihat Jam Gadang tetap berdiri kokoh dan menjadi destinasi wisata unggulan Sumatera Barat hingga memasuki usia satu abad.
“Senang dan bangga saya bisa berpartisipasi dalam perbaikan ikon wisata kota ini,” pungkasnya. (***)











