Padang, Kliksumbar – Dari Nagari Naras (Nareh), Kabupaten Pariaman, lahir seorang anak yang kelak menjadi sosok penting di Universitas Andalas.
Prof. Dr. Syukri Arief, M.Eng, lahir pada 18 September 1966, menapaki jalan panjang pendidikan dengan tekad kuat dan semangat pengabdian yang tinggi.
Kini, ia menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Unand periode 2024–2028, memegang amanah strategis dalam meningkatkan mutu akademik dan mengembangkan potensi mahasiswa.
Sejak menamatkan SMA Negeri 1 Pariaman pada 1984, Prof. Syukri telah menunjukkan kecemerlangan akademik.
Ia melanjutkan studi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unand, Program Studi Kimia, lulus pada 1989.
Semangatnya untuk memperdalam ilmu membawanya ke Gifu University, Jepang.
Di sana, ia meraih gelar Magister Applied Chemistry (2000) dan Doktor Applied Chemistry (Kimia Material) pada 2003.
Keahlian Prof. Syukri meliputi kimia material, nanopartikel, hingga teknologi lapisan tipis untuk logam, oksida, keramik, dan polimer.
Sejak resmi menjadi dosen tetap Jurusan Kimia FMIPA Unand pada 1 Maret 1991, Prof. Syukri aktif menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi.
Kiprah risetnya telah diakui secara nasional dan internasional, tercatat dalam indeks ilmiah SINTA.
Pada 2009, beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar, menegaskan reputasinya sebagai akademisi yang berdedikasi.
Perjalanan kepemimpinannya pun gemilang. Prof. Syukri pernah memimpin sebagai Kepala Laboratorium Kimia Material, Ketua Jurusan Kimia (2010), Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana (2010–2014, 2016–2020), dan Dekan FMIPA (2020–2024).
Semua pengalaman itu menyiapkan beliau menghadapi tanggung jawab baru sebagai Wakil Rektor I, yang resmi dilantik pada 3 Januari 2024 di Gedung Convention Hall Universitas Andalas.
Tak hanya akademik, Prof. Syukri juga aktif dalam organisasi pelajar Indonesia dan komunitas Muslim saat menempuh studi di Jepang.
Aktivitas ini menegaskan karakter beliau: perpaduan kecerdasan, kepemimpinan, dan pengabdian sosial.
Semangat itulah yang kini beliau bawa untuk membimbing mahasiswa dan memperkuat Unand sebagai institusi pendidikan unggul.
Bagi Prof. Syukri, setiap langkah adalah pengabdian.
Dari Naras (Nareh) ke dunia akademik, ia membuktikan bahwa ketekunan, disiplin, dan kepedulian pada sesama mampu menorehkan jejak yang menginspirasi.
Putra Nagari itu kini menjadi teladan bagi generasi muda Sumatera Barat: menatap masa depan, tanpa melupakan akar dan kampung halaman. (***)









