Padang, – Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Padang, Argi Putra Finalo, menegaskan keberpihakan Wali Kota Padang, Fadly Amran.
Fadly menghadirkan program BPJS Gratis sebagai bentuk komitmen terhadap rakyat kecil.
Menurut Argi, kebijakan ini bukan sekadar janji politik, melainkan aksi nyata.
Namun, Argi menyatakan masyarakat belum sepenuhnya merasakan program tersebut.
Bukan karena tidak adanya kebijakan, tapi karena pelaksana teknis lamban bergerak.
“Fadly Amran sudah siapkan kebijakan. Sudah sediakan BPJS Gratis. Tapi program ini tidak akan sampai ke tangan rakyat kalau para pelaksana di bawahnya lambat bergerak dan tidak responsif. Jangan biarkan kebijakan besar ini gagal hanya karena birokrasi yang tidak peka,” tegas Argi, Senin (2/6/2025).
Argi menyebut akar persoalan ada pada pelaksanaan teknis di lapangan.
Ia menyoroti kinerja Dinas Kesehatan, manajemen RSUD, dan lurah di tingkat kelurahan.
“Jangan salah sasaran. Jangan salahkan pemimpin yang sudah bekerja keras menciptakan sistem jika yang menjalankan sistem itu malah tidur,” ungkap Argi.
Ia menilai, pelayanan kesehatan seharusnya dijalankan dengan respons cepat dan empati.
Penolakan pasien, kata Argi, mencerminkan kegagalan teknis, bukan kebijakan.
Argi mendesak jajaran teknis agar keluar dari zona nyaman.
Ia meminta lurah aktif turun ke lapangan dan mendata warga.
“Kalau BPJS gratis sudah tersedia tapi warga tidak tahu, itu bukan salah wali kota. Itu karena lurah dan aparat di lapangan tidak menjalankan fungsi komunikasi dan pendataan dengan baik. Ini bukan zaman birokrasi duduk di kantor. Ini zaman birokrasi harus jemput bola,” kata Argi.
Argi mengungkapkan bahwa Wali Kota Fadly Amran telah menindak tegas manajemen RSUD Rasidin yang lalai.
Penonaktifan ini menjadi bukti ketegasan.
“Fadly sudah bertindak. Yang lalai sudah dinonaktifkan. Itu bukti bahwa ini bukan pemimpin yang buang badan. Ini pemimpin yang bertanggung jawab,” ujar Argi.
Terkait kritik beberapa anggota dewan, Argi menyebut tudingan bahwa program BPJS “zonk” sebagai pernyataan tidak berdasar.
“Ada anggota dewan yang bilang kebijakan BPJS ini zonk, saya rasa dia itu asbun dan tidak tahu situasi di masyarakat,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Argi menekankan bahwa Fadly telah siapkan semua hal penting.
Kini, giliran jajaran teknis memastikan program BPJS Gratis sampai ke masyarakat.
“Jangan biarkan kerja keras wali kota dihancurkan oleh ketidakseriusan di lapangan,” pungkasnya. (***)











