i

kliksumbar — Sosok yang tak gentar berhadapan dengan siapa pun dalam membela rakyat, dikenal sebagai senior aktifis di Sumatra Barat, punya adik-adik berjibun karena kenyang di dunia pergerakan, maju ke DPR RI pada pemilu 2024.

Teddy Alfonso nama sosok senior aktifis ini, dia maju tak sekedar maju, tapi punya pemikiran yang bernas dengan tagline “Dengarkan, Pikirkan, Perjuangkan!”,

“Itu pagar api perjuangan saya, menjadi komitmen dan prinsip saya sejak dulu, semuanya untuk rakyat,”ujar Teddy Alfonso, Sabtu 06/01 kepada wartawan di Padang.

Teddy Alfonso diusung Partai Golkar untuk maju di Dapil Sumbar I yang meliputi  Wilayah pemilihannya meliputi, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Sijunjung, hingga Kabupaten Dharmasraya, pada Pemilu 14 Februari 2024.

Teddy Alfonso, si mantan aktivis yang punya komitmen kuat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, dengan motto “Dengarkan, Pikirkan, Perjuangkan!”.

“Saya tidak bisa membiarkan satu keadaan yang menurut hemat saya, buruk terjadi. Saya tidak bisa melihat ketidakadilan dan kesewenang-wenangan di depan mata. Jiwa saya memberontak seketika jika hal tersebut muncul,”ujar Teddy.

Teddy memang seorang yang sifatnya sangat kritis dan keras. Naluri aktivisnya menggelora, terutama jika menyaksikan ada seseorang atau sekelompok orang yang seperti sok berkuasa, bersikap tidak adil pada rakyat. Ditegaskan Teddy, dia tidak pernah takut berhadapan dengan penguasa dan orang banyak harta.

“Yang saya takuti hanyalah Allah Subhanahu Wataa’la,” sebut pria yang berprofesi sebagai seorang akuntan itu serius.

Sebagai seorang mantan aktifis yang sangat aktif saat di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), apalagi pernah menjabat Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Teddy mengaku bisa mengukur dan mengontrol kekuatan kekuasaan dalam melakukan tindakan.

“Ini jadi salah satu alasan saya memutuskan berbaur dan ikut berjuang dalam pergerakan mahasiswa dan pemuda bersama rakyat, menuntut Reformasi 1998 hingga orde baru jatuh kala itu,” kenangnya.

Padahal, di masa itu, ia sudah berstatus sebagai karyawan bank, dan dia tidak peduli akan karirnya yang telah ia tapaki sejak menuntaskan studi di UNAND.

Menurutnya, bangsa Indonesia menanti kepedulian anak negeri. Teddy fokus dan banyak menghabiskan waktunya melakukan berbagai aktivitas konsolidasi, mobilisasi, dan pengorganisasian pemuda, mahasiswa dan rakyat sipil untuk menuntut terjadinya reformasi di Indonesia.

Namun demikian, bagi dirinya, berjuang tidaklah sekedar berdemonstrasi, mengikat pita merah putih di kepala kepala dan mengepalkan tangan, lalu berteriak menghardik penguasa.

Tetapi, harus masuk, terjun, berkecimpung dan langsung menyentuh rakyat. Secara terencana, sistematis, dan masif melakukan pengorganisasian rakyat, membangun kesadaran kritis dan terus mengkonsolidasikan berbagai kekuatan masyarakat sipil.(adr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *