Padang, Kliksumbar – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang turun ke lapangan membantu membersihkan masjid dan rumah warga yang terdampak banjir di Kecamatan Pauh setelah hujan deras mengguyur Kota Padang beberapa hari terakhir.

Petugas Damkar Padang mengoperasikan mobil pemadam untuk menyemprot lumpur yang masuk ke area permukiman.

Mereka bekerja cepat agar fasilitas ibadah dan rumah warga kembali bisa digunakan.

Camat Pauh, Titin Masfetrin, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Damkar mempercepat pemulihan pascabanjir.

“Terimakasih kepada Damkar Kota Padang yang hari ini dan kemarin telah membantu membersihkan masjid dan rumah warga dari lumpur yang menggenang,” ujarnya.

Hujan berintensitas tinggi yang melanda Sumatra Barat dalam beberapa hari memang menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Padang terendam banjir.

Data BPBD Kota Padang hingga Selasa (25/11/2025) mencatat sembilan kecamatan terdampak dengan total 27.433 warga berada dalam kondisi terpapar bencana.

Petugas BPBD bersama unsur pemerintah bergerak di berbagai titik untuk memastikan keselamatan warga.

Kecamatan Koto Tangah tercatat sebagai wilayah dengan dampak paling parah.

Data menunjukkan sebanyak 20.983 warga di kecamatan tersebut mengalami dampak langsung akibat tingginya curah hujan.

Pemerintah Kota Padang mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mengurangi risiko lanjutan.

Berbagai instansi kebencanaan juga memperkuat koordinasi agar penanganan banjir berjalan efektif.

Di lapangan, bantuan dari pihak nonpemerintah turut berdatangan.

Salah satu lembaga yang menunjukkan kepedulian adalah Bank BNI.

Pihak BNI menyerahkan bantuan logistik untuk Dapur Umum di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam.

Bantuan tersebut meliputi 160 kilogram beras, 27 kardus mi instan, 68 pack telur, serta 50 bungkus nasi.

Bantuan ini segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Pemerintah Kota Padang memantau kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Pemko Padang mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan, memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, serta menjaga komunikasi dengan aparat terkait apabila terjadi potensi bahaya.

Upaya kolaboratif dari pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta menjadi kunci percepatan pemulihan. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *