Bogor, Kliksumbar – Turnamen RW Cup Pabuaran akhirnya kembali digelar setelah vakum selama tiga tahun. Sebanyak 13 tim mengikuti kompetisi sepak bola antarrukun warga tersebut di Lapangan Desa Doseran, Tegal Bagong, Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/7/2026).

Kejuaraan bertajuk Bola Gembira ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Selain memperebutkan gelar juara, setiap tim juga berjuang meraih tiket mewakili Pabuaran pada kompetisi tingkat kecamatan.

RW Cup Bangkit Setelah Tiga Tahun

Tokoh masyarakat Pabuaran, Kosim atau akrab disapa Ki Kolay, mengatakan turnamen kembali digelar untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangkitkan semangat olahraga di tengah masyarakat.

“Kejuaraan ini memang sederhana, tetapi sarat silaturahmi dan semangat kemerdekaan. Apalagi RW Cup sudah tiga tahun berhenti digelar,” ujarnya di sela pertandingan.

Menurutnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Warga dari berbagai RW memenuhi pinggir lapangan untuk memberikan dukungan kepada tim favorit masing-masing.

Dua Laga Pembuka Berlangsung Seru

Pertandingan pembuka mempertemukan Putra Mandiri melawan Remako (Remaja Kolot). Putra Mandiri tampil dominan sejak menit awal dan berhasil menang telak 5-0.

Selanjutnya, laga kedua mempertemukan Ciherang FC (RW 06) melawan RACC (RW 05). Kedua tim langsung bermain terbuka dan saling melancarkan serangan sejak awal pertandingan.

Namun, Ciherang FC akhirnya memecah kebuntuan menjelang turun minum melalui gol yang membawa mereka unggul 1-0.

Pada babak kedua, RACC berusaha menyamakan kedudukan. Meski demikian, pertahanan Ciherang FC tampil disiplin dan mampu meredam setiap serangan lawan.

Yudi kemudian memastikan kemenangan Ciherang FC melalui tendangan bebas dari luar kotak penalti. Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-0 hingga peluit panjang dibunyikan wasit.

Target Juara dan Harapan Lahirnya Bibit Pesepak Bola

Tokoh masyarakat Ciherang, Abdulloh, bersyukur atas kemenangan timnya pada laga perdana.

“Alhamdulillah hasilnya cukup baik. Kami menargetkan menjadi kesebelasan terbaik di Pabuaran,” katanya.

Sementara itu, pemerhati olahraga Adrian Tuswandi mengapresiasi semangat masyarakat yang tetap memeriahkan turnamen meski lapangan belum memenuhi standar ideal.

Menurut Adrian, RW Cup dapat menjadi wadah pembinaan pemain muda jika penyelenggara terus meningkatkan kualitas kompetisi setiap tahun.

“Jangan salah, dari turnamen seperti ini bisa lahir bibit pesepak bola berbakat. RW Cup juga menjadi hiburan rakyat yang memperkuat kebersamaan warga, terlebih suasana euforia Piala Dunia 2026 masih terasa,” ujarnya. (***)

Penulis: AdrEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *