Padang– Bagaimanalah jadinya hidup ini tanpa Musik dan Seniman untuk mengisi otak kanan yang diciptakan Maha Pencipta?

Temu ramah dengan Walikota Padang terpilih, masa bakti 2025 – 2030, suara terbanyak versi Quick-Count Fadly Amran dirumahnya dengan Aliansi Musik dan Seniman Kota Padang yang terdiri dari masing-masing utusan dengan bidang musik dan seni yang berbeda; mulai dari pemain musik sampai ke pelaku seni politik, hadir dalam temu-ramah tersebut untuk membicaraka peran serta pemusik dan seniman dalam pembangunan kota Padang kedepan.

Wako Fadly Amran terpilih menyampaikan bahwa peran serta pemusik dan seniman kota Padang diharapkan ambil bagian dalam “mewarnai” perkembangan kota Padang.

Dua hal topik pembicaraan tersebut; “music for education” dan “music for entertainment” (musik untuk pendidikan dan hiburan), yang tak bisa lepas dan selalu hadir dalam kehidupan kita dimana kita berada.

“Om Capiang” legendaris pemusik tahun 1970-an sampai saat ini masih berkiprah bermain musik sebagai hiburan yang dianggap piawai dalam mengolah musik dan tampil diberbagai tempat baik nasional maupun international sesuai dengan permintaan.

Dalam kesempatan pertemuan tersebut Walikota terpilih Fadly Amran mengajak para pemusik dan seniman untuk bersama-sama dengan pemko Padang merumuskan bagaimana budaya “tradisi” masyarakat kota Padang dapat dikembangkan dan menjadi daya tarik terhadap orang diluar kota Padang untuk melihat, mendengar dan merasakan tradisi seni budaya kota Padang yang multi-tradisi.

Tradisi budaya masyarakat keturunan tionghoa dengan Barongsai dan Liong – Ular Naga, tradisi budaya masyarakat kota Padang “pacu sampan, tradisi budaya masyarakat keturunan Nias Fahombo (Lompat Batu) dan yang sudah mendunia dan juga Balanse Madam.

Selanjutnya tradisi budaya masyarakat keturunan India “Serak Gulo” perlu dipopulerkan diperingati dalam bentuk Festival yang meriah melalui program yang diagendakan setiap tahun untuk ditampilkan dan dimasukan dalam “Calender Events” kota Padang. Untuk itu perlu kolaborasi antara Aliansi Musik dan Seniman dengan Pemko Kota Padang.

Disamping itu Inisiator Aliansi Musik & Seniman Sumbar; Alhamra Fikri. S. Sn M. Pd menambahkan untuk menghidupkan kembali Orkestra Kota Padang Tercinta (OKPT)  sebagai aset Kota Padang yang sudah lama vakum sebagai wadah berkesenian bagi para musisi lokal.

Dalam hal “tawuran” yang juga marak di kota Padang belakangan ini; pemko Padang perlu membangun infrastruktur lebih banyak untuk para remaja berkreasi dengan cara kekinian mereka. InfraStruktur yang dimaksud akan sangat berguna untuk melepaskan keinginan para remaja yang diduga “tersumbat”, sehingga keinginan para remaja menjadi tak terkendali (terprogram) dan diluar nalar diinginkan oleh para remaja.

Juvenile Delinquency“; penyimpangan karakter para remaja yang sesungguh bisa diarahkan ke yang baik, akibat “tersumbat” nya kreasi mereka, terjadilah penyimpangan diluar program attitude remaja.

Sarana olah raga; arena balap, tinju, karate/silat, sepak bola, Voli dan sarana lainnya sungguh sangat minim di kota Padang. Dulunya lapangan bola kaki Dipo, arena bertanding layang-layang dan main Kim, disulap menjadi Gedung Kebudayaan yang dianggap “mangkrak”, sebaiknya diambil-alih Pemko Padang untuk melanjutkannya, termasuk juga sarana GOR; gedung dan sekelilingnya yang “indak bakajalehan” peruntukannya.

Melalui event-event, sarana olahraga yang disesuaikan dengan kebutuhan remaja, diharapkan akan mengurangi para remaja bermain gadget, bertawuran dan narkoba sekalipun.

Semoga pertemuan antara Aliansi Musik dan Seniman dengan Walikota terpilih akan dapat merealisasikan hal-hal tersebut diatas demi “majunya” kota Padang.

Good-Luck Kota Padang with Fadly Amran.

Sam Salam
Aliansi Musik & Seniman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *