Jakarta, Kliksumbar — Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat lonjakan laba pada semester I 2026. Kinerja tersebut memperlihatkan hasil konsolidasi dan transformasi BUMN yang dijalankan Pemerintah Presiden Prabowo Subianto melalui Danantara.
Laporan keuangan semester I 2026 menunjukkan hampir seluruh sektor strategis mencatat pertumbuhan positif. Sektor perbankan, pertambangan, perkebunan, logistik, energi, hingga manufaktur berhasil meningkatkan laba dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kinerja tersebut menjadi indikator penguatan tata kelola dan efisiensi operasional di lingkungan BUMN. Selain itu, sinergi antarperusahaan pelat merah mulai menghasilkan dampak nyata terhadap produktivitas dan profitabilitas.
BUMN Unggulan Masih Jadi Penggerak Utama
Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, Toto Pranoto, menilai kinerja BUMN masih ditopang perusahaan unggulan yang selama ini menjadi motor ekonomi nasional.
“Menurut saya kinerja solid masih ditunjukkan BUMN blue chips yang sejak lama menjadi motor penggerak revenue dan profit total BUMN,” ujar Toto di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Ia menyebut sektor perbankan Himbara, mineral dan pertambangan, telekomunikasi, serta Pertamina sebagai kontributor utama laba BUMN.
Menurut Toto, peluang pertumbuhan BUMN masih terbuka lebar. Karena itu, ia mendorong percepatan penataan dan penyederhanaan struktur perusahaan negara.
“Harapan saya proses streamlining BUMN dapat dipercepat sehingga perbaikan kinerja bisa lebih cepat dilaksanakan,” katanya.
PT Timah Catat Pertumbuhan Tertinggi
PT Timah menjadi perusahaan dengan pertumbuhan laba terbesar pada semester I 2026.
Perusahaan tersebut membukukan laba bersih Rp2,71 triliun. Angka itu melonjak 804,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp300 miliar.
Selain PT Timah, sejumlah BUMN lain juga mencatat pertumbuhan signifikan, antara lain:
PT Pupuk Indonesia: laba Rp8,51 triliun, tumbuh 253 persen
PT Semen Indonesia: laba Rp193,46 miliar, naik 196,5 persen
PT Agrinas Palma Nusantara: laba Rp890 miliar, tumbuh 150 persen
PT Pegadaian: laba Rp6,59 triliun, naik 84,6 persen
PT Pelindo: laba Rp2,57 triliun, tumbuh 60,4 persen
PTPN IV PalmCo: laba Rp3,23 triliun, naik 54 persen
BTN: laba Rp2,40 triliun, tumbuh 40,8 persen
Bank Mandiri: laba Rp30,41 triliun, naik 24,3 persen
Pertamina Geothermal Energy: laba 79,61 juta dolar AS, tumbuh 15,5 persen
BUMN yang Rugi Berhasil Berbalik Untung
Transformasi juga terlihat pada perusahaan yang sebelumnya mengalami kerugian.
PT Krakatau Steel berhasil membalikkan kondisi dari rugi sekitar Rp1,74 triliun menjadi laba Rp150 miliar hingga Rp185 miliar.
Sementara itu, PT Kimia Farma berubah dari rugi Rp135,61 miliar menjadi laba Rp54,07 miliar.
Perbaikan tersebut menunjukkan program reformasi, efisiensi, dan konsolidasi yang dijalankan pemerintah mulai menghasilkan kinerja yang terukur.
Ke depan, pemerintah menargetkan penguatan daya saing BUMN melalui peningkatan tata kelola, efisiensi bisnis, dan optimalisasi sinergi antarperusahaan negara. Langkah tersebut diharapkan memperkuat kontribusi BUMN terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. (***)











