Padang, – Fakultas Hukum Universitas Andalas (FH Unand) kembali mengaktifkan Pusat Studi Kawasan Samudera Hindia (PUSAHI). Langkah ini menjadi bentuk nyata Tri Darma Perguruan Tinggi.
Wakil Direktur PUSAHI, Dr. Delfiyanti menyebut, ide ini lahir dari Hasyim Djalal, mantan diplomat Indonesia. “Unand menghadap langsung ke Samudera Hindia, ini menjadi potensi penting,” ujarnya.
Sejak 2010, Kementerian Luar Negeri RI menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi. Kota Padang bahkan menjadi tuan rumah pertemuan IORA pada 2015.
Sekretaris PUSAHI, Zimtya Zora, M.Hum., menegaskan, pusat studi ini mengkaji hukum laut, keamanan, konservasi pesisir, hingga hak masyarakat pesisir. “Kami juga bermitra dengan Kemenlu RI, BAKAMLA, dan Polairud,” katanya.
Ketua Badan Pengurus Harian, Muhammad Shiddiq Putra, S.H., menyatakan, PUSAHI bukan sekadar ruang akademik. “Kami menjembatani riset hukum dan kebutuhan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Sejak 2024, PUSAHI aktif menggelar pengabdian masyarakat, advokasi kebijakan, dan kegiatan seminar. Salah satunya, Focus Group Discussion bersama BAKAMLA dan Polairud.
Kolaborasi juga dilakukan dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, serta komunitas pesisir. Beberapa program unggulan yang disiapkan antara lain Beach Clean Day dan edukasi maritim.
Ke depan, PUSAHI ingin menjadi pusat unggulan hukum laut dan pesisir di Indonesia bagian barat. Melalui kolaborasi, mereka mendorong pembangunan pesisir yang inklusif dan berkelanjutan.
Struktur Kelembagaan PUSAHI FH Unand
Direktur: Prof. Dr. Ferdi, S.H., M.Hum.
Wakil Direktur: Dr. Delfiyanti, S.H., M.Hum.
Sekretaris: Zimtya Zora, S.H., M.Hum.
Divisi Akademik: Magdariza, S.H., M.H.
Divisi Jurnal: Dr. Inggrit Fernandes, S.H., M.H.
Divisi Publikasi: Refa Swinta Maharani, S.H., M.H.
Ketua Harian: Muhammad Shiddiq Putra, S.H.
Sekretaris/Bendahara: Akiko Ivana Barus
Akademik: Najmi Nasyitalillah, Muhammad Ghanar
Jurnal: Sayyidi Fajri Ahmad, Amelia Azira
Publikasi: Nazwa Amalia, Vanesha Salsabila Keisya
(***)











