Pesisir Selatan, Kliksumbar – Wacana Kampung Nelayan Merah Putih akhirnya mencuat dalam reses Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh. Kegiatan ini berlangsung di Kampung Sei Nipah, Kecamatan IV Jurai, Minggu (3/5/2026).
Warga menyampaikan langsung aspirasi terkait pembangunan kawasan nelayan terpadu. Mereka berharap program ini segera direalisasikan di wilayah pesisir tersebut.
Syarat Lahan Jadi Tantangan Utama
Tokoh masyarakat mengungkapkan proses penjajakan masih berjalan. Warga kini fokus mencari lahan yang memenuhi syarat program pemerintah.
Rahmat Saleh menegaskan, program ini mensyaratkan lahan sekitar 6.000 meter persegi. Lahan tersebut nantinya harus diserahkan kepada negara untuk pengembangan kawasan.
“Warga sedang mencari lokasi yang sesuai. Syaratnya tersedia lahan sekitar 6.000 meter persegi,” kata Rahmat.
Dorong Ekonomi Nelayan Sumbar
Program Kampung Nelayan Merah Putih dirancang sebagai pusat ekonomi pesisir. Kawasan ini akan mengintegrasikan aktivitas penangkapan hingga pengolahan hasil laut.
Selain itu, program ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Dampaknya diharapkan mampu meningkatkan pendapatan nelayan secara signifikan.
Rahmat menilai program ini sangat strategis bagi daerah pesisir Sumatera Barat.
Komitmen Kawal Hingga Terealisasi
Rahmat Saleh memastikan dirinya akan mengawal usulan tersebut. Ia berjanji membawa aspirasi warga ke tingkat pusat.
“Kalau syarat terpenuhi, kita dorong sampai terealisasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, program ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Selain itu, program ini juga akan memperkuat sektor ekonomi daerah.
Dampak Besar bagi Pesisir Selatan
Keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih diyakini memberi dampak luas, antara lain meningkatkan produktivitas nelayan, membuka lapangan usaha baru, mendorong ekonomi lokal pesisir, memperkuat sektor kelautan Sumbar.
Rahmat menutup dengan memastikan aspirasi warga menjadi prioritas.
“Kita akan perjuangkan agar program ini segera terwujud,” pungkasnya. (***)











