Jakarta, – Insiden penembakan lima Warga Negara Indonesia (WNI) oleh Coast Guard Malaysia (APMM) menjadi sorotan publik dan menuai respons keras dari DPR RI.
Kasus ini memunculkan seruan pembentukan tim khusus hingga desakan penyelidikan transparan.
Anggota Komisi XIII DPR RI, H. Arisal Aziz, mendesak pemerintah segera membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini.
Menurutnya, pemerintah harus segera menyelidiki kasus ini secara cepat dan adil untuk mencegah kerugian bagi korban maupun Indonesia.
“Pemerintah harus bergerak cepat membentuk tim khusus agar penyelidikan berlangsung transparan. Jangan sampai WNI menjadi pihak yang dirugikan,” ungkap Arisal, Senin (27/1/2025).
Kasus ini melibatkan dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat Malaysia.
Akibatnya, satu WNI tewas dan empat lainnya terluka.
Arisal menegaskan bahwa semua pihak tidak boleh menganggap enteng kasus seperti ini.
“Tim khusus juga berfungsi sebagai pengawasan DPR untuk memastikan perlindungan maksimal terhadap WNI di luar negeri,” tegasnya.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur sudah mengambil langkah awal.
Nota diplomatik telah dikirimkan kepada pemerintah Malaysia, mendesak investigasi mendalam atas insiden ini.
“Kemenlu harus memastikan bahwa proses investigasi berjalan transparan. Selain itu, Malaysia perlu menunjukkan itikad baik agar hubungan bilateral tidak terganggu,” ujar Arisal.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, menyebutkan bahwa insiden ini menjadi momentum untuk memperkuat kebijakan perlindungan bagi WNI, khususnya pekerja migran.
“Kami mendesak Malaysia menindak tegas pelaku penembakan dan memastikan keadilan bagi para korban,” jelas Christina.
Pihaknya juga memberikan dukungan berupa bantuan hukum, perawatan medis, hingga pemulangan jenazah korban.
Masyarakat berharap insiden ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah Indonesia.
Pemerintah harus mengadakan pertemuan bilateral untuk membahas langkah pencegahan agar kasus serupa tidak terjadi lagi.
“Kebijakan perlindungan pekerja migran harus diperkuat untuk mencegah tragedi seperti ini terulang,” tambah Christina.











