Jakarta, Kliksumbar – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) memperkuat kolaborasi komunikasi publik melalui kerja sama resmi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan komunikasi para petugas pemasyarakatan agar lebih responsif menghadapi tuntutan informasi.
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Ditjenpas bersama PWI meluncurkan Media Center PASOPATI dan sejumlah fasilitas pembinaan baru di Lapas Kelas I Cipinang.
Peluncuran ini menunjukkan komitmen Ditjenpas memperluas akses informasi sekaligus meningkatkan transparansi layanan pemasyarakatan.
Peresmian media center itu menjadi momentum penting bagi Ditjenpas dalam memperkuat literasi komunikasi internal dan eksternal.
Langkah ini dinilai mampu mempercepat penyebaran informasi akurat kepada masyarakat, terutama pada situasi yang membutuhkan penanganan cepat.
Dirjenpas Mashudi memberikan apresiasi kepada jajaran Lapas Cipinang dan PWI Pusat atas kontribusi nyata dalam proses pengembangan fasilitas informasi tersebut.
Ia menilai kehadiran media center akan menjadi fondasi baru dalam modernisasi sistem pemasyarakatan.
“Pengembangan media center ini sejalan dengan 13 Program Akselerasi Kemen Imipas untuk mewujudkan layanan pemasyarakatan yang lebih modern dan responsif,” katanya.
Mashudi kemudian menegaskan fungsi media center sebagai sarana penyampaian informasi yang terbuka.
“Media Center PASOPATI diharapkan menjadi ruang strategis dalam menyampaikan informasi secara cepat, akurat, dan terbuka kepada masyarakat,” imbuhnya.
Ketua Umum PWI Pusat, Ahmad Munir, menyampaikan dukungan penuh terhadap program kolaborasi tersebut.
Ia menilai langkah Lapas Cipinang sebagai terobosan penting untuk memperkuat keterbukaan informasi publik, terutama saat penanganan krisis pemberitaan.
“PWI memastikan akan memberi pendampingan dan pelatihan bagi SDM yang mengelola media center tersebut,” ujar Munir.
Kalapas Cipinang, Wachid Wibowo, menjelaskan alasan pembentukan media center.
Ia menilai fasilitas itu penting karena sering muncul pemberitaan tidak seimbang terkait situasi internal lapas.
“Dari pengalaman inilah kemudian muncul gagasan dan pembangunan media center ini,” jelasnya.
Sementara itu, Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan DKI Jakarta, Heri Azhari, menegaskan posisi fasilitas tersebut sebagai pilot project nasional.
Ia berharap inovasi ini dapat diadopsi secara lebih luas.
“Kami harap fasilitas yang ada di Lapas Cipinang dapat diterapkan di seluruh lapas lainnya,” pungkasnya.
Langkah kolaboratif ini diharapkan memperkuat wajah pemasyarakatan modern yang informatif, transparan, dan lebih dekat dengan publik. (***)











