Padang, Kliksumbar – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di sejumlah wilayah Sumatera akhirnya menjadi sorotan publik. Antrean panjang kendaraan di berbagai SPBU dari Sumatera Selatan hingga Lampung membuat aktivitas transportasi dan distribusi barang terganggu dalam beberapa hari terakhir.
Dampak kondisi tersebut mulai dirasakan masyarakat. Salah satunya oleh Anto, penumpang bus jurusan Padang–Jakarta yang mengaku perjalanannya terhambat akibat sulitnya memperoleh solar.
“Bus yang saya tumpangi menuju Jakarta mengalami kesulitan mencari solar. Antreannya panjang dan sering kali solar habis saat giliran kendaraan tiba,” ujar Anto, Senin (15/6/2026).
Kelangkaan Solar Ganggu Mobilitas Warga
Anto menilai kelangkaan solar tidak hanya menghambat perjalanan kendaraan umum. Menurutnya, kondisi ini juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat apabila berlangsung lebih lama.
Selain itu, antrean panjang di SPBU berpotensi meningkatkan biaya operasional transportasi. Situasi tersebut juga dapat memperlambat distribusi logistik antarprovinsi di Pulau Sumatera.
“Mari pemerintah segera mencarikan solusi. Jangan sampai kondisi ini menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat,” katanya.
Antrean Panjang Terjadi di Sejumlah SPBU
Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan terlihat di sejumlah SPBU wilayah Sumatera Selatan dan Lampung. Truk logistik, bus antarkota, hingga kendaraan operasional harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan solar.
Kelangkaan solar tersebut memicu penumpukan kendaraan pada jam-jam tertentu. Akibatnya, jadwal keberangkatan transportasi umum menjadi tidak menentu.
Para sopir angkutan barang berharap pasokan solar segera kembali normal. Mereka menilai kelancaran distribusi BBM sangat penting untuk menjaga arus logistik dan kebutuhan masyarakat.
Dampak Ekonomi Bisa Meluas
Pengamat transportasi menilai ketersediaan BBM memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas mobilitas masyarakat. Jika pasokan solar terus terganggu, sektor transportasi dan distribusi barang dapat mengalami tekanan yang lebih besar.
Selain itu, keterlambatan distribusi logistik berpotensi memengaruhi harga kebutuhan pokok di sejumlah daerah. Karena itu, masyarakat meminta pemerintah bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret.
Masyarakat berharap pasokan solar segera kembali normal sehingga pelayanan transportasi, aktivitas ekonomi, dan mobilitas warga Sumatera dapat berjalan lancar kembali. (***)











