Solok, Kliksumbar – Anggota Komisi V DPR RI asal Sumatera Barat, Zigo Rolanda, memastikan rehabilitasi Batang Lembang dan Batang Gawan segera dimulai. Proyek pengendalian banjir senilai sekitar Rp170 miliar itu kini memasuki tahap tender. Pemerintah akan mengerjakannya dengan skema kontrak tahun jamak selama dua tahun.
Kepastian itu disampaikan Zigo saat melaksanakan Reses Perseorangan Masa Sidang V Tahun Anggaran 2026/2027 di Kota Solok, Selasa (4/8/2026). Ia menegaskan proyek tersebut menjadi bagian dari percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera Barat.
Pemerintah Percepat Penanganan Pascabencana
Zigo menjelaskan pemerintah pusat terus mempercepat rehabilitasi infrastruktur terdampak bencana. Menurutnya, Komisi V DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum telah menyepakati anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi sekitar Rp17 triliun.
“Pemerintah melaksanakan program ini secara bertahap hingga 2029 sebagai komitmen memulihkan daerah terdampak bencana di Sumatera Barat,” kata Zigo.
Awalnya, Batang Lembang dan Batang Gawan belum masuk prioritas tahap pertama. Pemerintah saat itu memprioritaskan Batang Kuranji, Batang Maransi, dan satu lokasi di Kabupaten Agam.
Namun, Pemerintah Kota Solok bersama DPRD dan Forkopimda memastikan pembebasan lahan dapat diselesaikan. Karena itu, pemerintah pusat akhirnya memajukan proyek tersebut ke tahap pertama.
“Sebelumnya proyek ini masuk tahap kedua. Karena lahannya siap, akhirnya dipercepat ke tahap pertama,” ujar Zigo.
BSPS, SPAM dan Irigasi Ikut Dikawal
Selain rehabilitasi sungai, Kota Solok juga memperoleh sekitar 224 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada 2026.
Zigo mengatakan alokasi BSPS Sumatera Barat meningkat dari sekitar 826 unit menjadi sekitar 8.471 unit. Program itu mendukung target pemerintah membangun tiga juta rumah dalam lima tahun.
“Kami terus mengawal agar masyarakat Kota Solok memperoleh manfaat program ini. Seluruh penerima tetap melalui verifikasi berbasis aplikasi agar transparan,” jelasnya.
Selain itu, usulan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Solok senilai sekitar Rp62 miliar telah lolos sistem pengusulan pemerintah pusat. Jika kondisi fiskal mendukung, pembangunan fisik ditargetkan dimulai pada 2027. Sementara itu, penanganan darurat telah berjalan.
Pemerintah juga mengalokasikan 12 titik Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Program tersebut bertujuan meningkatkan jaringan irigasi untuk mendukung produktivitas pertanian.
Jalan Lingkar Utara dan Terminal Jadi Prioritas
Zigo memastikan percepatan pembangunan Jalan Lingkar Utara Kota Solok terus dikawal. Seluruh dokumen administrasi telah lengkap. Kini pemerintah menunggu penyelesaian kajian teknis antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Keuangan.
Ia juga meminta Pemerintah Kota Solok segera menuntaskan administrasi pemanfaatan kios Terminal Bareh Solok. Langkah itu diperlukan agar program revitalisasi terminal segera direalisasikan.
“Kami optimistis persoalan administrasi dapat diselesaikan sehingga Kota Solok tidak kehilangan kesempatan memperoleh revitalisasi terminal,” tutup Zigo.
Usai reses, Zigo meninjau Batang Lembang dan Batang Gawan bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Wali Kota Solok, Wakil Bupati Solok, Ketua DPRD Kota Solok, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Solok, unsur Forkopimda, dan masyarakat. (***)











