Jakarta, Kliksumbar – Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan sektor transportasi menjadi kunci utama pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah kini mempercepat penguatan armada dan jaringan transportasi guna memperluas konektivitas antardaerah.
Pernyataan tersebut kembali menjadi perhatian publik setelah cuplikan wawancara AHY dalam InFrame Podcast yang tayang pada 26 Februari 2026 kembali beredar luas.
Menurut AHY, Indonesia membutuhkan sistem transportasi yang mampu menjangkau lebih banyak wilayah sekaligus menekan biaya logistik nasional.
“Transportasi harus makin luas jangkauannya,” kata AHY.
Penguatan Armada Jadi Prioritas
AHY menjelaskan pemerintah terus mendorong peremajaan dan penambahan armada kapal serta pesawat. Langkah itu bertujuan mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi barang ke berbagai daerah.
Selain itu, pemerintah ingin memastikan wilayah terpencil mendapatkan akses transportasi yang lebih baik. Konektivitas yang kuat dinilai mampu membuka peluang investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun, pembangunan transportasi tidak hanya berfokus pada jalur laut dan udara. Pemerintah juga memperkuat sektor perkeretaapian sebagai tulang punggung logistik nasional.
Kereta Api Jadi Andalan Logistik
AHY menilai kereta api memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi barang secara efisien. Moda transportasi tersebut mampu mengangkut komoditas dalam jumlah besar dengan biaya lebih rendah.
“Kereta bukan hanya untuk penumpang, tetapi juga untuk logistik. Ini penting untuk memperkuat konektivitas dan menurunkan biaya transportasi,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah terus mendorong modernisasi sistem perkeretaapian nasional. Upaya tersebut mencakup peningkatan kapasitas jalur, armada, dan teknologi pendukung.
Trans Sumatera hingga Sulawesi Dipercepat
AHY mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan pengembangan jaringan kereta lintas pulau. Program itu meliputi pembangunan Trans Sumatera Railway, Trans Kalimantan, dan Trans Sulawesi.
Ketiga proyek tersebut diharapkan mampu membuka akses ekonomi baru di berbagai wilayah. Selain itu, jaringan kereta lintas pulau dapat mempercepat distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan pertambangan.
Pemerintah menilai Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi memiliki potensi ekonomi besar. Karena itu, dibutuhkan infrastruktur transportasi yang modern, efisien, dan berkelanjutan.
Tekan Biaya Logistik, Tingkatkan Daya Saing
AHY optimistis modernisasi transportasi akan meningkatkan daya saing Indonesia. Konektivitas yang lebih baik diyakini mampu menurunkan biaya logistik dan mempercepat pergerakan barang.
Selain itu, distribusi komoditas menjadi lebih efisien sehingga aktivitas ekonomi daerah dapat tumbuh lebih cepat.
Menurut AHY, pembangunan transportasi terintegrasi merupakan fondasi penting pemerataan pembangunan nasional. Dengan konektivitas yang kuat, pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah dapat berlangsung lebih merata dan berkelanjutan. (***)











