Tanah Datar, – Serah terima rancangan dan prototipe instalasi sistem pompa tenaga surya resmi dilaksanakan di Nagari Tanjung Barulak, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Teknik Universitas Andalas (UNAND) tahun 2025 dalam rangka Lustrum 8 Fakultas Teknik UNAND.
Selain itu, program ini hadir untuk menjawab harapan masyarakat terhadap kebutuhan air irigasi sawah tadah hujan yang semakin sulit diprediksi.
Selanjutnya, kegiatan ini menjadi jawaban atas penantian satu abad masyarakat Tanjung Barulak yang terus bergantung pada curah hujan.
Akibat kondisi tersebut, petani sering kehilangan musim tanam dan menghadapi risiko penurunan produksi.
Kemudian, instalasi solar pump yang memanfaatkan energi matahari berhasil mengalirkan air dari Batang Manganan menuju lahan pertanian sejauh 1,3 kilometer dengan kenaikan elevasi 160 meter.
Ketua Tim Pengabdian Fakultas Teknik UNAND, Insannul Kamil, menyerahkan prototipe lengkap yang terdiri dari pompa tenaga surya, panel surya, serta seluruh perangkat sistem.
Perangkat tersebut diterima langsung oleh Wali Nagari Tanjung Barulak untuk dimanfaatkan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa teknologi tersebut hadir untuk menyelesaikan persoalan irigasi.
“Melalui energi matahari yang terbarukan, hijau dan berkelanjutan, kami ingin menghadirkan solusi berkelanjutan yang dapat digunakan masyarakat secara mandiri. Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana dapat mewujudkan harapan dan kebutuhan pertanian bagi masyarakat Tanjung Barulak,” ujarnya.
Selain itu, informasi yang diterima tim menunjukkan bahwa masyarakat setempat telah menghadapi persoalan irigasi selama hampir satu abad.
Lokasi sawah yang jauh dari sumber air dan aliran sungai kecil yang tidak stabil membuat petani hanya bergantung pada curah hujan.
Kondisi tersebut menyebabkan penurunan produktivitas dan pendapatan petani setiap musim kemarau.
Program ini juga menjadi bagian implementasi Asta Cita Pemerintah dalam upaya swasembada pangan, energi dan air.
Teknologi energi terbarukan seperti solar pump dinilai mampu mendorong pembangunan berkelanjutan serta mengurangi emisi karbon.
Selanjutnya, dukungan Nagari, masyarakat rantau, Kodam XX Tuanku Imam Bonjol, Polda Sumbar dan PLN UID Sumbar membantu kelancaran kegiatan.
Selain serah terima alat, tim juga memberikan pelatihan operasional dan perawatan kepada kelompok tani.
Masyarakat menyambut teknologi ini dengan haru.
“Kami sudah menunggu ini sejak zaman nenek moyang kami. Baru hari ini harapan itu terkabul,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Insannul Kamil berharap instalasi ini menjadi contoh bagi nagari lain.
Ia menilai kolaborasi akademisi, pemerintah, aparat dan masyarakat telah menghadirkan tonggak baru pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan di Tanjung Barulak. (***)











